MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Sketsa Pemilik Rekening Mencuat, Korban Rp50 Juta Ultimatum “MG & Nurul” Napi Lapas Perempuan Sungguminasa

Gambar sketsa wajah yang disebut berkaitan dengan dugaan aliran dana Rp50 juta dalam perkara yang menyeret warga binaan lapas. (Dok/Spesial/Matanusantara)

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Perkembangan baru muncul dalam dugaan kasus penipuan yang dikaitkan dengan seorang warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa (Bollangi). Keluarga korban mengklaim telah mengantongi identitas pemilik rekening bank yang diduga menjadi tempat masuknya dana Rp50 juta milik RH alias Jeje (30), warga Parepare.

Informasi tersebut disampaikan US, keluarga korban, kepada redaksi, Senin (03/02/2026). Ia menegaskan pihaknya tengah mempertimbangkan langkah hukum apabila tidak ada penyelesaian secara kekeluargaan.

“Jadi kami perlu tegaskan, kami sudah menelusuri siapa pemilik rekening yang digunakan. Jika tidak ada itikad baik, kami akan mengambil langkah hukum,” ujarnya.

US menyebut identitas pemilik rekening telah dikumpulkan dan akan diserahkan kepada aparat penegak hukum jika laporan resmi diajukan.

“Intinya kami tunggu itikad baik dari MG, jika uang yang masuk di Noreknya tidak dikembalikan terpaksa kami akan lakukan nama kedua orang tuanya juga kami sudah kantongi, jika uang yang masuk di rekening tersebut tidak dikembalikan, kami akan melapor ke Polres Gowa,” tegasnya.

Gambar sketsa wajah yang disebut berkaitan dengan dugaan aliran dana Rp50 juta dalam perkara yang menyeret warga binaan lapas. (Dok/Spesial/Matanusantara)

Sebelumnya diberitakan, perkara ini bermula dari komunikasi antara RH dan seorang warga binaan perempuan berinisial EY alias Nurul. Berdasarkan keterangan keluarga, komunikasi tersebut berlangsung intens dan berujung pada transfer dana dalam jumlah signifikan.

“Total uang yang dikirim mencapai Rp50 juta,” ungkap US pada 12 Desember 2025.

Keluarga menyebut dana tersebut merupakan hasil pinjaman dari pihak ketiga, sehingga kerugian yang timbul tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga menyeret pihak lain di luar relasi awal.

Permasalahan muncul ketika korban diminta menyerahkan identitas diri berupa KTP untuk keperluan pengiriman barang. Korban kemudian membatalkan transaksi karena tidak ada kejelasan terkait pengiriman, namun dana disebut belum kembali.

“Korban akhirnya membatalkan karena sejak awal tidak dijelaskan pengiriman ke alamatnya. Saat dimintai KTP, korban memilih membatalkan,” tambah US.

Kepala Pengamanan (KP) Lapas Bollangi, Nisya, membenarkan bahwa EY alias Nurul merupakan warga binaan aktif dan menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi internal.

“Sudah selesai itu Pak, kami sudah koordinasi kepada korban (H). Dia juga mengaku tidak mengenal Nurul,” ujarnya, Kamis (17/12/2025).

Namun keterangan tersebut berbeda dengan penjelasan keluarga korban yang menyatakan bahwa H bukan korban utama, melainkan perantara. Korban utama, menurut keluarga, adalah RH alias Jeje yang berada di luar lapas. Perbedaan keterangan ini memunculkan pertanyaan mengenai kejelasan proses klarifikasi yang dilakukan.

Upaya mediasi pada 25 Desember 2025 yang melibatkan pihak lapas juga belum menghasilkan kesepakatan terkait pengembalian dana maupun penyelesaian konkret lainnya.

Sehari setelah pertemuan tersebut, Nurul menghubungi redaksi dan menyampaikan versinya. Ia membantah menguasai dana Rp50 juta tersebut.

“Kesalahan bukan pada saya, tapi pada dia sendiri. Barang sudah dipacking, kami minta KTP untuk pengiriman, namun dia batalkan sepihak,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dana tersebut masuk ke rekening keluarganya dalam rangka pemesanan barang yang kemudian dibatalkan. Klaim ini belum diverifikasi oleh aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diturunkan, Keluarga korban menyatakan akan segera menempuh jalur hukum apabila tidak ada penyelesaian dan pengembalian dana.

Redaksi membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi dan asas praduga tak bersalah. (RAM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup