Tarawih Diguyur Hujan, Polisi Maros Tetap Siaga Amankan Jemaah
MAROS, MATANUSANTARA — Komitmen pelayanan publik kembali diuji. Di tengah peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk wilayah Sulawesi Selatan, jajaran Polres Maros tetap menurunkan personel melakukan pengamanan ibadah salat tarawih di berbagai titik masjid di Kabupaten Maros.
Peringatan BMKG terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang tidak menyurutkan langkah aparat. Pengamanan tetap dilaksanakan sebagai bagian dari strategi preventif menjaga stabilitas keamanan dan keselamatan masyarakat selama Ramadan 1447 Hijriah.
Kapolres Maros melalui Kasi Humas AKP Ahmad menegaskan bahwa pengamanan ibadah merupakan prioritas institusi, termasuk dalam kondisi cuaca yang berisiko.
“Personel tetap melakukan pelayanan pengamanan ibadah tarawi ditengah cuaca yang tidak menentu, meski sudah ada himbauan dari BMKG terkait curah hujan yang ekstream,” ujar Kasi Humas Polres Maros AKP Ahmad, Selasa (24/2/2026).
Tidak hanya pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi masjid, personel juga melaksanakan patroli dialogis guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pendekatan ini penting mengingat kondisi cuaca ekstrem berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, genangan air, hingga kerawanan tindak kriminal di area parkir maupun permukiman yang ditinggalkan penghuninya.
Di kawasan Masjid Agung Ar Rahman Maros, personel terlihat membantu warga menyeberang jalan di tengah hujan serta memastikan arus kendaraan tetap terkendali. Kehadiran aparat menjadi bagian dari mitigasi risiko keselamatan publik di ruang terbuka saat kondisi cuaca tidak stabil.
Polres Maros juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pribadi. Warga diminta memastikan rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan, mematikan kompor, mengunci pintu dan jendela, membawa perlengkapan hujan, serta berhati-hati saat berkendara karena kondisi jalan yang licin.
Jika terjadi gangguan keamanan atau hambatan di lapangan, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian melalui call center 110 yang aktif selama 24 jam.
Sejak awal Ramadan, Polres Maros telah memetakan sejumlah masjid prioritas pengamanan berdasarkan tingkat aktivitas dan kepadatan jemaah. Langkah ini merupakan bagian dari manajemen risiko keamanan berbasis situasional, guna memastikan ibadah berlangsung khusyuk tanpa gangguan, meski di bawah ancaman cuaca ekstrem. (RAM)

Tinggalkan Balasan