MAKASSAR, MATANUSANTARA — Di balik hiruk-pikuk tugas menjaga keamanan, Kapolsek Tamalate, Kompol H. Muh. Thamrin, S.E., M.M., terciduk tengah melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an di ruang kerjanya. Momen yang jarang tersorot ini menunjukkan sisi berbeda dari sosok pemimpin wilayah yang selama ini dikenal tegas di lapangan.
Pantauan Matanusantara.co.id pada Kamis (19/03/2026) menyorot ruang kerja Kapolsek yang dipenuhi berkas, perangkat komunikasi, dan layar pemantau situasi. Namun di tengah kesibukan itu, cahaya Ramadhan 1447 Hijriah menghadirkan ketenangan, saat beliau menundukkan kepala khusyuk membaca Al-Qur’an.
Tanpa panggung atau sorotan media, aktivitas spiritual ini berlangsung sederhana namun sarat makna, saat diwawancarai. Ia menjawab dengan penuh wibawa.
“Ramadhan ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi momentum memperbaiki hubungan kita dengan Allah,” ujar Kompol Thamrin pelan, sambil menjaga ritme bacaannya, seolah setiap lafaz memiliki ruang tersendiri untuk diresapi. Rabu (19/03)
Ritme kerja Kapolsek yang padat tidak menghalangi dirinya menemukan waktu untuk menguatkan batin.
“Di sela kesibukan, saya usahakan tetap membaca Al-Qur’an. Ini menjadi pengingat agar setiap keputusan yang diambil tetap berada di jalur yang benar,” tegasnya, menekankan bahwa spiritualitas bukan pelengkap, melainkan fondasi kepemimpinan.
Momen ini menghadirkan perspektif baru tentang integritas dan kepemimpinan: bahwa ketegasan di lapangan harus selaras dengan kejernihan hati.
Ibadah yang tampak sederhana ini justru menjadi instrumen pengendali diri yang berdampak nyata terhadap kualitas keputusan seorang pemimpin.
Sorotan publik terhadap kinerja aparat sering fokus pada aksi di lapangan. Namun potret Kapolsek Thamrin mengaji di ruang kerja menegaskan, kedalaman relasi batin dengan nilai-nilai Ilahi adalah bagian dari kekuatan kepemimpinan.
Ramadhan menjadi saksi bahwa di balik jabatan dan tanggung jawab besar, seorang pemimpin tetap manusia yang terus berusaha memperbaiki diri. Aktivitas ini bukan sekadar simbol, melainkan contoh nyata bahwa iman dapat menjadi kompas dalam menghadapi tekanan tugas negara.
Sebuah potret sunyi namun menggugah, yang menunjukkan bahwa di tengah seragam dan tanggung jawab besar, ada ketenangan batin yang membimbing setiap langkah kepemimpinan. (RAM)
