Teror Pencurian Berulang di Mariso, Polisi Buru Terduga Pelaku
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Kasus dugaan pencurian yang terjadi berulang kali di wilayah Kecamatan Mariso, Makassar, mulai memicu keresahan warga. Aksi pelaku yang diduga sama, menyasar satu rumah hingga tiga kali kejadian, kini dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban mengalami serangkaian kehilangan dalam waktu berbeda. Pada kejadian pertama, korban kehilangan kamera dan telepon genggam. Aksi berikutnya berlanjut dengan hilangnya dua tabung gas elpiji, hingga terakhir benda pusaka peninggalan orang tua korban turut raib.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Seroja, Kelurahan Kampung Buyang, Kecamatan Mariso. Korban menduga kuat bahwa pelaku yang beraksi merupakan orang yang sama, bahkan mencurigai salah satu kerabat dekat.
Kapolsek Mariso, AKP Aris Sumarsono, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kasus tersebut telah masuk tahap penyelidikan. Polisi kini tengah memburu terduga pelaku yang disebut masih berkeliaran.
“Iyee, masih lidik, pelaku liar..masih keluarga antara kerabat dengan yang diduga,” kata Kapolsek Mariso AKP Aris Sumarsono, kepada Matanusantara.co.id, Senin (23/03/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa rekaman video yang beredar menjadi salah satu petunjuk awal, meski waktu kejadian belum sepenuhnya sinkron dengan momen hilangnya barang milik korban.
“Setelah terekam, video baru ditau ada yang hilang, jadi diduga bukan pada saat itu,” lanjutnya.
Laporan resmi terkait kasus ini telah diterima oleh SPKT Polsek Mariso pada Rabu, 18 Maret 2026. Namun hingga kini, identitas dan keberadaan terduga pelaku masih dalam penelusuran aparat.
Untuk diketahui, video dugaan pencurian yang beredar terjadi pada bulan Desember 2025.
Di sisi lain, informasi yang beredar melalui grup WhatsApp warga menyebutkan bahwa terduga pelaku berinisial Sunardi alias Nardi diduga terlibat dalam aksi pembobolan tersebut. Bahkan, muncul dugaan bahwa keberadaan pelaku sengaja disembunyikan oleh pihak keluarga.
Meski demikian, polisi belum memberikan konfirmasi lebih lanjut terkait identitas terduga pelaku tersebut dan masih fokus pada pengumpulan alat bukti serta keterangan saksi.
Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat pola kejadian berulang yang mengindikasikan adanya celah keamanan lingkungan sekaligus potensi konflik sosial di tingkat keluarga maupun masyarakat sekitar.





Tinggalkan Balasan