MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Terungkap! Lima Perusahaan Ikut Tender Masjid 99 Kubah Rp4,8 Miliar, Penawar Rp3,8 Miliar Gugur

Ketua Komisi D DPRD Sulawesi Selatan Kadir Halid memeriksa genangan air di lantai Masjid 99 Kubah saat inspeksi proyek rehabilitasi kubah bernilai miliaran rupiah.

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Proses tender proyek rehabilitasi kubah Masjid 99 Kubah Asmaul Husna di Kota Makassar akhirnya terungkap ke publik. Dokumen resmi pengadaan menunjukkan lima perusahaan ikut bersaing dalam tender proyek bernilai Rp4,8 miliar, namun perusahaan dengan penawaran terendah Rp3,8 miliar justru gugur dalam proses lelang.

Penelusuran redaksi melalui sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) memperlihatkan dinamika menarik dalam proses tender proyek yang dikelola oleh Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan tersebut.

Paket pekerjaan dengan kode tender 10072613000 itu merupakan proyek Rehabilitasi Kubah Utama Masjid 99 Kubah dengan pagu anggaran Rp4.801.420.000 serta Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp4.801.418.000.

Metode pengadaan menggunakan Tender Cepat dengan sistem harga terendah sistem gugur, mekanisme yang secara prinsip memberikan peluang kepada perusahaan dengan penawaran paling kompetitif untuk memenangkan pekerjaan.

Namun dalam dokumen evaluasi, perusahaan CV. Antar Pulau Emas (APE) tercatat mengajukan penawaran paling rendah sebesar Rp3.841.134.400, atau hampir Rp1 miliar lebih murah dari nilai HPS proyek.

Dengan nilai tersebut, perusahaan ini bahkan sempat ditetapkan sebagai calon pemenang tender pada tahap evaluasi harga.

Namun pada tahap pembuktian administrasi dan verifikasi dokumen, perusahaan tersebut tidak menghadiri undangan panitia lelang.

Dalam dokumen evaluasi tender disebutkan bahwa perusahaan tersebut dianggap mengundurkan diri, sehingga status calon pemenangnya dibatalkan oleh panitia pengadaan.

Kondisi ini kemudian membuka jalan bagi perusahaan dengan penawaran berikutnya.

Kontrak pekerjaan rehabilitasi kubah tersebut akhirnya dimenangkan oleh CV. Aleta Creative Consultant dengan nilai penawaran Rp4.560.442.625,89.

Nilai tersebut terpaut sekitar Rp719 juta lebih tinggi dibandingkan penawaran terendah sebelumnya yang diajukan oleh CV. Antar Pulau Emas.

Selain dua perusahaan tersebut, tender ini juga diikuti oleh PT Rama Karya Mandiri dengan penawaran Rp4.677.708.403,20, serta dua peserta lainnya yakni PT Tuakarta Daya Cipta dan PT Tri Putra Aray Axela.

Secara keseluruhan terdapat lima perusahaan peserta dalam paket pekerjaan konstruksi yang dibuat pada 15 Agustus 2025.

Sorotan terhadap proyek ini semakin menguat setelah Komisi D DPRD Sulawesi Selatan melakukan inspeksi lapangan terhadap kondisi bangunan Masjid 99 Kubah.

Dalam peninjauan tersebut, anggota dewan menemukan kebocoran masih terjadi di sejumlah titik bangunan, meskipun proyek rehabilitasi kubah telah dikerjakan menggunakan anggaran miliaran rupiah dari APBD.

Rekaman video hasil inspeksi memperlihatkan genangan air di beberapa bagian lantai masjid saat hujan turun, sementara sejumlah baskom ditempatkan untuk menampung tetesan air dari atap bangunan.

Inspeksi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid bersama anggota Komisi D Lukman B Kady, serta didampingi Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam peninjauan itu rombongan dewan menyusuri area lantai utama hingga lantai dua untuk memeriksa langsung kondisi bangunan yang sebelumnya telah direhabilitasi.

Di sejumlah titik lantai terlihat genangan air, sementara wadah penampung air diletakkan untuk menahan tetesan dari atap bangunan.

Ironisnya, aktivitas ibadah tetap berlangsung di tengah kondisi tersebut. Sejumlah jemaah terlihat melaksanakan salat meskipun sebagian area karpet tampak basah akibat kebocoran.

Kadir Halid bahkan beberapa kali terlihat menyentuh genangan air di lantai untuk memastikan kondisi kebocoran yang terjadi.

“Ini sudah diperbaiki saya tidak tahu bagaimana, tapi ini masih bocor. Termasuk platform lantai dua juga masih bocor semua. Ini bekas-bekas semua di platform,” katanya saat peninjauan.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai kualitas pekerjaan rehabilitasi kubah, efektivitas pengawasan proyek, serta dinamika proses tender yang menghasilkan pemenang dengan nilai lebih tinggi dibandingkan penawaran terendah sebelumnya. (RAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup