MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Tes Urine Massal dan Sidak Malam, Rutan Masamba Kunci Zero Halinar

Petugas Rutan Masamba bersama TNI-Polri saat menggelar tes urine dan penggeledahan blok hunian dalam operasi terpadu memperkuat komitmen Zero Halinar.

MASAMBA, MATANUSANTARA — Komitmen memberantas praktik Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba) di lingkungan pemasyarakatan tidak lagi berhenti pada slogan. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba menunjukkan langkah konkret melalui operasi terpadu: tes urine massal dan penggeledahan gabungan bersama unsur TNI-Polri dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026, Senin (06/04/2026).

Operasi ini menandai pergeseran pendekatan dari reaktif menjadi preventif-determinatif, dengan menutup celah potensi pelanggaran sejak dini. Tes urine yang digelar pukul 10.30 Wita di Aula Terbuka diikuti 239 peserta, terdiri dari 29 pegawai dan 210 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)—193 pria dan 17 wanita.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi langsung program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika), yang tidak hanya menyasar WBP, tetapi juga aparatur internal sebagai bagian dari penguatan integritas kelembagaan. Kehadiran Polsek Mappedeceng dalam proses pengawasan menjadi instrumen kontrol eksternal untuk menjamin transparansi.

Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif narkotika, sebuah capaian yang secara administratif memperkuat klaim “bersih narkoba”. Namun, secara struktural, hasil ini tetap menuntut konsistensi pengawasan berlapis agar tidak bersifat temporer.

Tekanan pengawasan berlanjut pada malam hari. Pukul 21.00 Wita, Rutan Masamba menggelar penggeledahan gabungan yang dipimpin langsung Kepala Rutan, Syamsul Bahri, melibatkan personel Polsek Mappedeceng dan Koramil 1403-11/Masamba.

Apel siaga menjadi fase krusial sebelum operasi, menegaskan tiga prinsip operasional: keamanan maksimal, ketertiban prosedural, dan pendekatan humanis. Formasi tim dibagi ke dalam beberapa unit taktis untuk menyisir kamar hunian target—Anggrek 2, Bougenville 2, Cemara 1, dan Delima 10.

Penggeledahan dilakukan secara komprehensif, mencakup pemeriksaan badan WBP serta inventaris barang di dalam kamar. Dari hasil operasi, petugas mengamankan sejumlah barang yang dikategorikan berisiko terhadap stabilitas keamanan, seperti sendok besi, hanger besi, ikat pinggang, piring dan botol kaca, cermin, paku, serta benda keras lainnya.

Secara analitis, temuan ini menunjukkan bahwa potensi gangguan kamtib masih berada pada level laten, terutama dari benda-benda yang dapat dimodifikasi menjadi alat berbahaya. Meski tidak ditemukan narkotika maupun alat komunikasi ilegal, keberadaan barang tersebut tetap menjadi indikator penting perlunya kontrol berkelanjutan.

Kepala Rutan (Karutan) Masamba menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari strategi deteksi dini berbasis kolaborasi lintas sektor, bukan sekadar kegiatan insidental.

“Melalui kegiatan ini, kami menegaskan komitmen untuk terus menjaga Rutan Masamba tetap bersih dari peredaran narkoba, penggunaan alat komunikasi ilegal, serta praktik pungutan liar,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan terkendali. Model operasi terpadu ini diharapkan menjadi pola baku pengawasan, bukan hanya momentum seremonial HBP.

Lebih jauh, langkah ini mencerminkan upaya institusional dalam menggeser paradigma pemasyarakatan menuju sistem yang berbasis integritas, akuntabilitas, dan pelayanan prima, sebagaimana tema HBP ke-62: “Pemasyarakatan Kerja Nyata Pelayanan Prima.” (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini