Tim Mini Soccer Lapas Sungguminasa Juara Kakanwil Cup II 2026 Lewat Adu Penalti Dramatis
PALOPO, MATANUSANTARA — Tim mini soccer Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa menegaskan dominasinya dengan meraih Juara I dalam Turnamen Kakanwil Cup II Tahun 2026 Ditjenpas Sulawesi Selatan. Kemenangan ini diraih melalui laga final yang berlangsung ketat dan berujung adu penalti dramatis.
Bertanding melawan tuan rumah Lapas Palopo, kedua tim tampil disiplin dan solid sepanjang waktu normal. Intensitas pertandingan yang tinggi membuat skor tetap imbang hingga peluit akhir dibunyikan, memaksa penentuan juara melalui adu penalti.
Di fase krusial tersebut, mentalitas tim Lapas Narkotika Sungguminasa menjadi pembeda. Eksekusi penalti yang presisi serta ketangguhan lini belakang memastikan kemenangan dengan skor 4-3
Kemenangan ini tidak sekadar hasil pertandingan, tetapi mencerminkan soliditas tim dan konsistensi performa sejak fase awal turnamen. Lapas Narkotika Sungguminasa tampil sebagai unit yang paling siap secara teknis maupun mental.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Selatan (Kakanwil Ditjenpas Sulsel) Rudy Fernando Sianturi, memberikan apresiasi langsung atas performa tim juara. Ia menilai kekuatan utama tim terletak pada organisasi pertahanan yang disiplin sepanjang laga.
“Selamat kepada tim Lapas Narkotika Sungguminasa atas keberhasilan meraih juara. Pertahanan yang ditunjukkan sangat solid dan menjadi kunci kemenangan dalam pertandingan final ini,” ungkapnya.
Penyerahan trofi dilakukan langsung oleh Kakanwil, termasuk piala bergilir Kakanwil Cup II Tahun 2026 yang resmi menjadi milik Lapas Narkotika Sungguminasa untuk tahun ini.
Selain gelar juara, penghargaan individu juga diraih oleh penjaga gawang Muh. Fadli yang dinobatkan sebagai Best Kiper. Penampilannya menjadi faktor krusial, khususnya dalam momen adu penalti yang menentukan arah kemenangan.
Sementara Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Sungguminasa, Gunawan, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kerja kolektif yang terbangun melalui disiplin dan konsistensi.
“Kemenangan ini adalah hasil dari kerja sama tim, disiplin, dan semangat juang yang luar biasa dari seluruh pemain. Kami sangat bangga atas pencapaian ini. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kekompakan, baik dalam kegiatan olahraga maupun dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Gunawan.
Lebih jauh, kemenangan ini juga menjadi indikator bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada aspek formal, tetapi juga membangun karakter, sportivitas, dan ketahanan mental.
Turnamen Kakanwil Cup II Tahun 2026 pada akhirnya menjadi ruang kompetisi sekaligus refleksi: bahwa institusi pemasyarakatan mampu membangun kultur positif melalui olahraga, dengan output nyata berupa prestasi. (***)

Tinggalkan Balasan