Ucapan Idul Fitri Kapolrestabes Makassar Jadi Ujian Nyata Kinerja Pengamanan Kota

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyampaikan ucapan Idul Fitri 1447 H yang tidak hanya bermakna religius, tetapi juga menjadi sorotan publik terkait komitmen pengamanan di wilayah perkotaan. (Dok/Spesial/Polrestabes Makassar)

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Ucapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dari Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., tidak dapat lagi dibaca sebatas seremoni tahunan. Di tengah kompleksitas Kota Makassar sebagai wilayah urban dengan tingkat kerawanan tinggi, pernyataan tersebut justru menjadi tolok ukur nyata kinerja pengamanan aparat di lapangan.

Dalam pesan resminya, Kapolrestabes Makassar bersama jajaran menyampaikan, “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026 M. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.” kutip matanusantara.co.id, Sabtu (21/03/2026)

Namun di balik pesan religius tersebut, terdapat ekspektasi publik yang jauh lebih konkret yakni jaminan keamanan selama momentum Lebaran yang identik dengan lonjakan mobilitas, aktivitas ekonomi, serta potensi gangguan kamtibmas.

Makassar, sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia Timur, bukan tanpa catatan. Dalam beberapa momentum hari besar sebelumnya, isu kriminalitas jalanan, kepadatan arus lalu lintas, hingga potensi konflik sosial kerap menjadi perhatian publik. Kondisi ini menempatkan Polrestabes Makassar pada posisi strategis sekaligus rentan terhadap sorotan.

Ucapan Idul Fitri yang disampaikan Kapolrestabes dapat dimaknai sebagai pernyataan komitmen, namun sekaligus membuka ruang evaluasi publik terhadap sejauh mana aparat mampu menjawab tantangan tersebut secara nyata.

Pendekatan humanis yang diusung melalui pesan keagamaan memang penting dalam membangun kedekatan emosional. Akan tetapi, dalam konteks kota besar, publik cenderung mengukur kinerja bukan dari narasi, melainkan dari hasil konkret di lapangan—mulai dari penurunan angka kriminalitas hingga kecepatan respons aparat terhadap laporan masyarakat.

Di sisi lain, penggunaan momentum Lebaran sebagai medium komunikasi publik menunjukkan adanya kesadaran institusional untuk memperkuat legitimasi Polri. Kepercayaan publik, dalam hal ini, menjadi variabel kunci yang menentukan efektivitas penegakan hukum.

Dengan demikian, ucapan Idul Fitri Kapolrestabes Makassar tidak hanya berfungsi sebagai pesan moral, tetapi juga sebagai “kontrak sosial” yang secara tidak langsung mengikat institusi kepolisian dengan harapan masyarakat akan keamanan dan ketertiban.

Lebaran tahun ini pun menjadi titik krusial: apakah komitmen yang disampaikan mampu diwujudkan dalam praktik, atau justru kembali menjadi rutinitas simbolik tanpa dampak signifikan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *