Ultimatum Juku Eja: Mangkir Latihan, Denda Menanti! PSM di Bawah Tekanan
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Ruang ganti PSM Makassar memasuki fase “zero tolerance”. Pasca libur Idulfitri 1447 Hijriah, manajemen dan tim pelatih mengunci satu garis tegas: tidak ada kompromi bagi pemain yang terlambat atau mangkir latihan.
Latihan perdana digelar di Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa, Rabu (25/3/2026). Ini bukan sekadar restart fisik, tetapi sinyal keras bahwa disiplin kini menjadi instrumen utama untuk keluar dari tekanan hasil.
Kapten tim, Yuran Fernandes, kembali memimpin skuad di lapangan. Intensitas latihan ditingkatkan untuk mengembalikan ritme permainan setelah jeda 12 hari usai jadwal padat Ramadan.
Namun konteksnya jelas: PSM sedang tidak baik-baik saja.
Dalam lima pertandingan terakhir, Juku Eja gagal meraih kemenangan. Tren ini menempatkan tim dalam tekanan kompetitif sekaligus psikologis jelang pekan ke-26 Super League 2025/2026.
Laga melawan Persis Solo di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu (4/4/2026), bukan sekadar pertandingan lanjutan melainkan titik uji apakah PSM masih punya daya saing.
Asisten pelatih Ahmad Amiruddin menegaskan, kesepakatan disiplin sudah dikunci sebelum pemain diliburkan.
“InsyaAllah besok sore latihan perdana pasca liburan lebaran,” kata Asisten Pelatih PSM Makassar Ahmad Amiruddin seperti yang dilansir Tribun-Timur.com, dikutip matanusantara.co.id, Rabu (25/3/2026).
Ia memastikan hingga kini belum ada pemain yang meminta izin absen. Namun, pesan yang disampaikan lebih dari sekadar laporan kehadiran.
“Belum ada, mudah-mudahan tidak ada (izin). Kita sudah sepakat sebelum libur, tidak terima alasan untuk keterlambatan latihan pasca libur,” sebutnya.
Poin krusialnya ada pada konsekuensi.
“Bagi yang melanggar, harus siap dengan sanksi denda yang telah disepakati,” tegas Amir.
Disiplin sebagai Instrumen Tekanan
Pendekatan ini mengindikasikan perubahan pendekatan internal: dari manajemen rotasi menuju kontrol disiplin ketat. Dalam banyak kasus, kebijakan seperti ini muncul ketika performa tim tidak stabil dan kepercayaan terhadap konsistensi pemain mulai diuji.
PSM kini tidak hanya berhadapan dengan lawan di lapangan, tetapi juga dengan problem internal ritme permainan yang menurun, efektivitas lini depan yang belum optimal, serta potensi turunnya kepercayaan diri skuad.
Alarm Kompetitif: Bangkit atau Tergerus
Dengan jadwal kompetisi yang semakin padat, ruang untuk kesalahan praktis menipis. Setiap sesi latihan menjadi krusial, setiap absensi bisa berdampak langsung pada kesiapan tim.
Jika kebijakan disiplin ini efektif, PSM berpeluang melakukan reset performa. Namun jika tidak, tekanan justru bisa berbalik menjadi friksi internal.
PSM Makassar kini berada di persimpangan: bangkit dengan disiplin keras, atau terjebak dalam tren negatif yang berlarut. (Ramadhan)





Tinggalkan Balasan