Lautan Manusia Iringi Kematian Ali Khamenei, Iran Berkabung 40 Hari
TEHERAN, MATANUSANTARA — Gelombang massa memadati jalan-jalan utama ibu kota Teheran, Ahad, menyusul pengumuman resmi wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Ribuan hingga jutaan warga turun ke ruang publik dalam suasana duka yang pekat, menciptakan pemandangan yang oleh media lokal disebut sebagai “lautan manusia”.
Dilansir melalui media barat, Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta meliburkan aktivitas kerja selama sepekan. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Khamenei syahid dalam serangan yang disebut melibatkan Israel dan United States pada Sabtu (28/2/2026).
Sejak pagi, arus warga terlihat memenuhi alun-alun, masjid, dan ruas jalan protokol. Bendera setengah tiang dikibarkan, sementara pengeras suara menyiarkan doa dan mars nasional. Aparat keamanan memperketat penjagaan di titik-titik vital, namun suasana berlangsung terkendali.
Sebelumnya, media Israel dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengklaim bahwa Khamenei tewas dalam rangkaian serangan tersebut. Televisi pemerintah Iran pada Ahad mempertegas konfirmasi tersebut.
Serangan yang dilaporkan menyasar sejumlah target strategis, termasuk wilayah Teheran, memperuncing ketegangan geopolitik di kawasan. Hingga kini, detail teknis operasi militer belum dipublikasikan secara resmi oleh pihak yang disebut terlibat.
Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi sejak 1989, menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini. Sebelumnya, ia menjabat Presiden Iran pada 1981–1989. Dengan masa jabatan lebih dari tiga dekade, ia menjadi figur sentral dalam arsitektur politik dan militer Iran.
Kematian Khamenei tidak hanya memicu duka nasional, tetapi juga membuka babak baru dinamika politik internal Iran serta konstelasi kekuatan di Timur Tengah. Dunia internasional kini menanti arah kebijakan Teheran pasca peristiwa tersebut.
Untuk diketahui, Ali Khamenei meninggal dunia pada 28 Februari 2026 akibat serangan udara bersama yang dilancarkan oleh pasukan United States dan Israel di sekitar wilayah Teheran.
Kabar kematiannya kemudian dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran pada 1 Maret 2026, dan pemerintah setempat mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari setelahnya. (RAM)


Tinggalkan Balasan