Refleksi Akhir Tahun, Rutan Pangkep Ajak Warga Binaan Muhasabah Diri
PANGKEP, MATANUSANTARA — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep menggelar kegiatan ceramah agama dalam rangka refleksi akhir tahun 2025, Selasa (23/12), bertempat di Masjid Baitut Taubah Rutan Pangkep. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan rohani bagi warga binaan sekaligus jajaran petugas.
Mengusung tema “Muhasabah Diri: Menuju Kehidupan yang Lebih Bermakna dan Bermutu”, kegiatan tersebut diikuti Kepala Rutan Kelas IIB Pangkep, pejabat struktural dan jajaran, warga binaan pemasyarakatan (WBP), serta peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Rutan Pangkep Fasilitasi Perekaman e-KTP, Pastikan Hak Kependudukan Warga Binaan
Suasana khidmat terasa sejak awal kegiatan yang diisi doa bersama, pembacaan sholawat, hingga ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz M. Farid Wajedi. Dalam tausiyahnya, Ustadz Farid mengajak seluruh peserta melakukan muhasabah diri, khususnya di penghujung tahun, sebagai bentuk evaluasi atas perjalanan hidup yang telah dilalui.
Ia menekankan pentingnya memperbanyak istigfar dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, agar setiap individu mampu memperbaiki diri dan menata kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Jelang Nataru, Karutan Pangkep Perketat Kewaspadaan Petugas Rutan
Momentum akhir tahun, menurutnya, merupakan waktu yang tepat untuk menata ulang niat, memperbaiki kesalahan, serta meneguhkan komitmen menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan bermutu.
Sementara itu, Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Pangkep Irphan Dwi Sandjojo dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan keagamaan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual yang berkelanjutan di lingkungan Rutan.
Rutan Pangkep Gelar Perayaan Natal 2025, Hadirkan Sukacita bagi Warga Binaan
“Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi dan introspeksi diri, sekaligus penguatan mental dan spiritual, sehingga kita semua dapat menyambut tahun yang akan datang dengan semangat perubahan ke arah yang lebih positif,” ujar Irphan.
Ia berharap, melalui pembinaan rohani yang konsisten, warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan lebih baik dan menjadikan momen tersebut sebagai titik awal perubahan perilaku ke arah yang lebih positif.
Rutan Pangkep Gelar Pembinaan Rohani Nasrani untuk Perkuat Kepribadian WBP
Melalui refleksi akhir tahun ini, Rutan Pangkep berkomitmen menciptakan lingkungan pembinaan yang religius, humanis, dan mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan sebagai pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat. (RAM)
Sumber: Humas
—

Tinggalkan Balasan