Asah Skill Kuliner, Lapas Narkotika Sungguminasa Bekali WBP Keterampilan Tata Boga
GOWA, MATANUSANTARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa terus berinovasi mencetak sumber daya manusia yang produktif di balik jeruji besi. Melalui Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), lapas menggelar program pembinaan kemandirian berupa pelatihan keterampilan tata boga bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (23/12/12).
Program ini dirancang untuk membekali WBP dengan hard skill praktis yang memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha nyata setelah mereka menyelesaikan masa pidana. Pelatihan tata boga menjadi salah satu sektor keterampilan yang dinilai paling adaptif dengan kebutuhan pasar.
Warga Binaan Diduga Jadi Bos Narkoba, AMPERA Sulsel Seruduk Lapas Narkotika Bollangi
Di bawah bimbingan instruktur dan staf Giatja, para WBP dibekali pengetahuan mulai dari pengenalan bahan baku, teknik pengolahan makanan yang higienis, hingga penyajian produk kuliner yang menarik dan bernilai jual.
Materi pelatihan difokuskan pada pembuatan produk makanan yang memiliki pangsa pasar luas dan mudah dikembangkan sebagai usaha mandiri. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun pola pikir wirausaha sejak dini di lingkungan lapas.
Desak Kanwil Dirjenpas Sulsel Copot Kalapas Bollangi, Gerak Misi Gelar Unras di Alauddin
Seksi Giatja menjadikan pelatihan tata boga sebagai salah satu program unggulan dalam kurikulum pembinaan kemandirian. Tingginya peluang bisnis kuliner di masyarakat menjadi dasar utama pengembangan program tersebut.
Melalui pelatihan intensif, Lapas Narkotika Sungguminasa berupaya memutus stigma negatif terhadap narapidana. WBP diarahkan untuk menjadi individu terampil yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan siap bersaing secara sehat di dunia usaha.
Besok Gerak Misi Gelar Unras Didepan Kanwil Dirjenpas dan DPRD Sulsel, Diduga Gegara Lapas Bollangi
Keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ini juga ditanamkan sebagai modal kepercayaan diri. WBP didorong agar memiliki bekal nyata untuk membuka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara mandiri setelah bebas.
Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Sungguminasa, Gunawan, menegaskan komitmen pihaknya dalam memastikan warga binaan tidak kembali ke masyarakat tanpa keterampilan yang jelas.
LAKSUS Tantang Rudy Evaluasi Pimpinan Lapas Bollangi
“Kami tidak ingin warga binaan pulang dengan tangan kosong. Keterampilan tata boga adalah ‘oleh-oleh’ berharga yang kami siapkan. Kami ingin saat bebas nanti, mereka tidak bingung mencari kerja, tapi justru bisa menciptakan lapangan kerja sendiri melalui usaha kuliner. Ini adalah kunci agar mereka tidak kembali terjerumus ke dunia narkoba,” tegas Gunawan.
Ia menambahkan, pembinaan kemandirian menjadi strategi penting dalam mendukung proses pemulihan dan reintegrasi sosial warga binaan secara berkelanjutan.
Napi Lapas Bollangi Kembali Berulah, Ini Kata Gunawan
Melalui program pelatihan yang digagas Seksi Giatja ini, Lapas Narkotika Sungguminasa menegaskan arah pembinaan pemasyarakatan yang berorientasi pada pemulihan hidup, kehidupan, dan penghidupan.
Pembinaan keterampilan tata boga diharapkan menjadi jembatan bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, berdaya guna, dan bermartabat. (Ram)
Sumber: Humas
—

Tinggalkan Balasan