Korban Tembus 1.135 Jiwa, Brimob Sulsel Dikerahkan ke Sumatera Fokus Tujuan Begini
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Setelah satu bulan bencana banjir dan tanah longsor meluluhlantakkan wilayah Sumatera dengan korban jiwa menembus seribu orang, negara akhirnya memperkuat kehadirannya. Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengirimkan 100 personel untuk membantu penanganan pascabencana yang hingga kini masih menyisakan duka mendalam.
Pengiriman personel Brimob ini menjadi bagian dari operasi kemanusiaan nasional yang dijalankan Polri, menyusul tingginya angka korban meninggal, hilang, serta ratusan ribu warga yang terpaksa mengungsi akibat bencana berkepanjangan.
Update Terbaru BNPB 3 Desember 2025 Bencana Alam di Tiga Provinis: Aceh, Sumut, dan Sumbar
Sebelum diberangkatkan ke wilayah terdampak, digelar apel gelar pasukan Brimob BKO Polda Aceh yang dipimpin langsung Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro di Lapangan Apel Makosat Brimob Polda Sulsel, Jalan KS Tubun, Makassar, Jumat (26/12/2025).
Apel tersebut dihadiri Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Ridwan, sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sulsel, Kabag Ops Satbrimob Polda Sulsel AKBP Nur Ichsan, serta para Komandan Batalyon Satbrimob Polda Sulsel.
Dari Gerebek Narkoba ke Bencana Alam, Polsek Selesai Tunjukkan Aksi Nyata
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan, kondisi pascabencana di Sumatera membutuhkan keterlibatan negara secara serius dan berkelanjutan, bukan sekadar respons simbolik.
“Kita ketahui bersama bahwa wilayah di Sumatera saat ini pascabencana perlunya berbagai kekuatan untuk membantu masyarakat di sana. Baik itu segi pasca bencana, membantu pembangunan di sana, dan paling tidak mengembalikan moril masyarakat di wilayah Sumatera,” tegasnya.
Waspada Bencana Alam, Rutan Pangkep Jalin Sinergi dengan BPBD Gelar Sosialisasi dan Simulasi
Ia menyampaikan, pembagian dan lokasi penugasan personel Brimob Sulsel masih menunggu arahan Korps Brimob Mabes Polri, menyesuaikan kebutuhan mendesak di lapangan.
“Kita belum tahu ini akan terbagi di mana saja. Nanti dari korps Brimob yang akan membagi anggota kita, apakah di Aceh atau di Sumut dan lain sebagainya,” jelas Irjen Pol Djuhandhani
KAMRI Apresiasi Polda Sulsel Bantu Korban Bencana Alam
Menurut Djuhandhani, pengerahan pasukan Brimob merupakan bukti konkret kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat kemanusiaan.
“Tapi yang jelas ini adalah wujud kehadiran pemerintah, dalam hal ini Polri selalu siap mendukung apa saja yang menjadi kebijakan pemerintah dan di sinilah kehadiran negara untuk masyarakat,” tegasnya.
Ismawardi: Kampus Perlu Ringankan SPP Mahasiswa Korban Bencana
Kapolda Sulsel juga mengingatkan seluruh personel agar tetap waspada, mengingat wilayah pascabencana masih menyimpan ancaman serius, mulai dari longsor susulan hingga kecelakaan di medan berat.
“Kepada mereka saya pesankan agar selalu berhati-hati dalam bertugas di mana pun. Walaupun tugas ini adalah tugas kemanusiaan tapi tidak lepas dari hal-hal berkaitan dengan setelah bencana,” pesannya.
Baitul Mal Aceh Dampingi Donasi Rp3 Miliar Rumah Zakat Untuk Korban Bencana
Ia bahkan menyinggung insiden kecelakaan yang sempat menimpa pejabat daerah saat melakukan peninjauan pascabencana sebagai peringatan keras atas risiko di lapangan.
“Tentu saja kita ketahui kemarin ada Gubernur atau Wakil Gubernur yang juga kecelakaan dan lain sebagainya, ini yang terus dijaga,” imbuh Irjen Pol Djuhandhani.
Kapolres Aceh Tamiang Tinjau Mobil Terendam Banjir, Tegaskan Isu Mayat dalam Kendaraan Hoaks
Dalam pelaksanaan tugas, Kapolda Sulsel menekankan pentingnya sinergi penuh antara Brimob, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Mereka saya minta untuk selalu bersinergi dengan TNI kemudian dengan stakeholder yang ada. Mereka terus berkoordinasi sehingga apa yang diharapkan pemerintah merupakan tepat guna dengan kehadiran Brimob Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Menanggapi Bencana Sumatera, Dewan Pers Desak Audit Kerusakan Lingkungan
Ia berharap, pengerahan 100 personel Brimob Sulsel ini tidak sekadar menjadi angka, melainkan kekuatan nyata yang dirasakan langsung masyarakat terdampak.
“Dan saya berharap dari 100 personel ini bisa memberikan sumbangsih ataupun pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya di daerah saudara-saudara kita yang mengalami bencana,” tuturnya.
Anggota Dewan Desak PLN Beri Kebijakan Korban Bencana Aceh, Dua Permintaan Difokuskan
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Ridwan mengungkapkan bahwa personel yang dikerahkan memiliki keahlian khusus di bidang pertukangan dan proyek konstruksi bangunan, sehingga dapat langsung terlibat dalam pemulihan infrastruktur dasar warga.
Selain itu, personel Brimob juga akan difokuskan pada pembersihan rumah-rumah warga yang rusak parah akibat banjir dan tanah longsor.
YARA Tegas Desak Presiden: Tetapkan Bencana Nasional untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
“Untuk rencananya, mereka akan di tempatkan di lokasi bencana selama satu bulan yang akan bergabung dengan personel lainnya. Namun ketika masih dibutuhkan, waktu penugasan akan diperpanjang,” ucap Kombes Ridwan.
Diketahui, Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga 25 Desember 2025 jumlah korban meninggal dunia akibat banjir besar dan tanah longsor di Sumatera mencapai 1.135 orang. Sebanyak 173 orang masih dinyatakan hilang, sementara 489.864 warga terpaksa mengungsi sejak bencana terjadi akhir November lalu.
Desakan Status Bencana Nasional Menguat, Muslim Ayub Ingatkan Nyawa Taruhannya
Korban jiwa tertinggi berasal dari Aceh Utara sebanyak 205 orang, disusul Tapanuli Tengah 191 orang, dan Tapanuli Selatan 133 orang—angka yang mempertegas bahwa bencana ini telah berkembang menjadi krisis kemanusiaan nasional. (RAM)

Tinggalkan Balasan