Isi Pesan Tegas JAM-Intel Diterima Intelijen Kejati Sulsel Lewat Plt Sesjamintel
MAKASSAR, MATANUSANTARA – Jajaran intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) berada di bawah pengawasan ketat dan tak tergoyahkan dari Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel). Instruksi melalui surat Nomor B-3293/D.1/Ds.2/12/2025 memaksa penyesuaian jadwal kegiatan, namun pesan inti jelas: profesionalisme dan integritas dijalankan tanpa kompromi, tanpa toleransi untuk kesalahan, Senin 29 Desember 2025.
Di aula utama Kejati Sulsel, Asisten Intelijen (Asintel) Ferizal memimpin seluruh Kepala Seksi (Kasi) dan Jaksa Intelijen dalam pengarahan yang bersifat kritikal dan strategis.
Evaluasi kinerja sepanjang 2025 dijadikan momen menentukan untuk menegaskan peran intelijen sebagai tulang punggung penegakan hukum.
Plt. Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelijen (Sesjamintel), Sarjono Turin, memimpin pengarahan dengan ketegasan absolut. Fokus utama: memastikan setiap fungsi intelijen berjalan presisi, akurat, dan tidak boleh menimbulkan kesalahan.
“Fungsi intelijen harus optimal. Ini bukan sekadar tugas administratif—ini menentukan keberhasilan seluruh sistem hukum,” tegas Sarjono, menekankan bahwa setiap kelalaian bisa berdampak sistemik pada institusi.
Eks Anak Buah Presiden Ke-7 RI Diperiksa Kejati Sulsel Soal Dugaan Korupsi Bibit Nanas Rp60 M
Personel intelijen diingatkan bahwa marwah institusi dipertaruhkan. Segala tindakan yang menodai citra Kejaksaan akan langsung berdampak pada kredibilitas, kepercayaan publik, dan efektivitas penegakan hukum.
Arahan juga menekankan pelaksanaan Penyelidikan, Pengamanan, dan Penggalangan (Lidpamgal) dengan disiplin mutlak. Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) harus dilakukan ekstrem kredibel, dan semua data dikirim ke pimpinan sebagai dasar pengambilan kebijakan strategis.
“Profesionalisme dan integritas bukan sekadar slogan. Ini adalah garis hidup institusi. Sedikit kelalaian bisa menimbulkan krisis hukum nasional,” lanjut Sarjono dengan nada tegas.
Tiga Kantor Diobrak-Abrik Kejati Sulsel, Proyek Nanas Rp60 Miliar Diduga Berbau Busuk
Koordinasi antarunit intelijen menjadi fokus utama. Respons terhadap ancaman dan tantangan hukum harus cepat, tepat, dan tanpa menunda keputusan strategis.
Ferizal menegaskan, setiap bahan intelijen wajib dipertanggungjawabkan sepenuhnya. “Data valid adalah ujung tombak pengambilan keputusan strategis. Tanpa itu, seluruh kebijakan akan runtuh dan institusi terancam.”
Pengarahan diakhiri dengan sesi tanya jawab daring, memperlihatkan kesadaran penuh seluruh personel akan tanggung jawab kritis mereka. Tidak ada toleransi bagi kelalaian, setiap tindakan harus mencerminkan profesionalisme ekstrem dan integritas total.
Aksi Lanjutan, Mahasiswa Laporkan Anggaran PPRP Tana Toraja ke Kejati Sulsel
Evaluasi ini menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi ujian ekstrem bagi jajaran intelijen Kejati Sulsel: menjaga integritas, kinerja, dan citra institusi dengan disiplin mutlak, tanpa kompromi, dan penuh tanggung jawab. (RAM)

Tinggalkan Balasan