Dugaan Kebocoran Data Warga Negara Turki Beredar di Dark Web
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Dugaan kebocoran data identitas nasional berskala masif kembali menggemparkan ruang siber global. Sekitar 109 juta data warga negara Turki dilaporkan beredar dan diperjualbelikan di forum dark web, berdasarkan unggahan seorang pelaku ancaman di BreachForums pada 10 Januari 2026, pukul 18:13.
Pelaku ancaman menggunakan nama samaran “buadamcokfena” dan mengklaim dataset tersebut merupakan data resmi pemerintah Turki, bukan hasil pengumpulan dari pihak ketiga atau scraping layanan komersial. Ukuran data yang ditawarkan mencapai sekitar 20GB, mencakup hampir seluruh populasi Turki.
Dalam postingannya, pelaku menyatakan data tersebut bersifat komprehensif dan terstruktur, mencerminkan sistem administrasi kependudukan nasional.
“Ini adalah data resmi pemerintah untuk seluruh Turki, bukan dari pihak ketiga,” klaim pelaku dalam unggahan di BreachForums dikutip dari DarkWebInformer.com, Senin (12/01)
Dugaan Kebocoran Data MediaMarkt Swiss: Lebih dari 3,7 Juta Catatan Pelanggan Disebar
Rincian Dataset Dugaan Kebocoran
1. Nama Lengkap – Nama depan dan nama keluarga
2. Nomor Identitas Nasional (Kimlik Kartı Numarası)
3. Alamat Rumah – Alamat domisili utama
4. Alamat Apartemen – Detail unit hunian
5. Nama Ibu
6. Nama Nenek dari Pihak Ibu
7. Nama Ayah
8. Hubungan Keluarga Lengkap – Struktur relasi keluarga
9. Data Silsilah Keluarga – Riwayat keturunan lintas generasi
Dugaan Kebocoran Kredensial PayPal: 104 Ribu Akun Disebut Tersebar di Forum Peretas
Pelaku ancaman juga menyertakan catatan teknis, meminta calon pembeli untuk mengecek tautan unduhan secara berkala. Jika tautan rusak, akses dijanjikan akan diperbarui melalui pesan pribadi di forum.
Indikasi Risiko dan Dampak
Kebocoran data dalam skala ini membuka potensi serius, antara lain:
- Pencurian identitas lintas negara
- Penyalahgunaan data keluarga untuk social engineering
- Penipuan berbasis identitas nasional
- Pemetaan relasi keluarga oleh pihak tidak bertanggung jawab
Data dengan struktur silsilah keluarga dinilai memiliki tingkat sensitivitas tinggi, karena dapat digunakan untuk membangun profil individu secara menyeluruh tanpa perlu akses tambahan.
Miris! Kabar Kebocoran Data 17,5 Juta Akun Instagram Viral, Risiko Phishing Meningkat
Pola Kebocoran dan Dark Web
Kasus ini memperlihatkan pola yang semakin sering terjadi, di mana dataset besar diklaim berasal langsung dari sistem negara, lalu dipasarkan melalui forum tertutup. Penawaran disertai klaim eksklusivitas dan metode distribusi terbatas untuk meningkatkan nilai jual.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Turki terkait klaim tersebut. Namun, skala data yang disebutkan menjadikan insiden ini sebagai salah satu dugaan kebocoran identitas nasional terbesar yang pernah muncul di dark web. (RAM)

Tinggalkan Balasan