Breaking News: Perang Kelompok Pecah di Makassar, “Cambo” Warga Sapiria Tewas Terkena Busur Panah
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Eskalasi konflik horizontal kembali mengguncang Kota Makassar. Bentrokan antara warga Sapiria dan Layang di wilayah hukum Polsek Tallo berujung korban jiwa, menandai seriusnya ancaman keamanan di kawasan padat penduduk.
Berdasarkan bahan keterangan (baket) resmi kepolisian, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026, sekitar pukul 15.40 Wita. Seorang warga Sapiria bernama Basri alias Cambo (40), berprofesi sebagai penjual remote, meninggal dunia setelah terkena busur panah di bagian dada kiri.
Keluarga dan Sahabat Korban Pengeroyokan di RM Coto Angin Mammiri, Ultimatum Polsek Bontoala
Keterangan saksi yang dihimpun penyidik menyebutkan, bentrokan dipicu oleh serangan mendadak sekelompok warga dari wilayah Layang yang masuk ke kawasan Sapiria melalui jalur kanal dekat SD Inpres Barayya 2. Saksi berinisial Dg T (44) menyampaikan, korban saat itu sedang duduk di depan rumahnya dan tidak sempat menyelamatkan diri.
Anak panah yang dilepaskan mengenai dada korban dan memicu kepanikan warga, hingga terjadi aksi saling serang antar kedua kelompok. Warga Sapiria kemudian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Makassar, namun hasil pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal dunia akibat luka fatal.
Terduga Pelaku Utama Peperangan Layang–Lembo Diamankan, Warga Minta Penegakan Tegas
Sejumlah sumber yang diwawancarai dan meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan informasi yang masih bersifat dugaan dan kini menjadi materi pendalaman aparat.
“Menurut informasi Cambo ikut perang dalam keadaan mabok,” katanya kepada matanusantara.co.id, Sabtu (31/01).
Terduga Pelaku Utama Peperangan Layang–Lembo Diamankan, Warga Minta Penegakan Tegas
Sumber yang sama juga mengungkapkan adanya informasi beredar terkait potensi aksi balasan pascapemakaman.
“Kabarnya mau menyerang dan membakar kalau sudah di kubur Cambok,” katanya dengan tegas.
Bentrok Layang–Lembo Pecah, Warga Tuduh Polisi Tebang Pilih Tembakan Gas Air Mata
Terpisah, Dankie Brimob Iptu Fadly saat dikonfirmasi membenarkan adanya korban jiwa dan menyatakan aparat telah mengambil langkah antisipasi.
“Iya betul ada satu orang warga Sapiria yang meninggal dunia, saat ini tim gabungan berjaga karena beredar kabar mau menyerang balasan,” katanya dengan tegas.
Peristiwa ini menambah daftar konflik horizontal di Makassar yang melibatkan senjata tradisional berbahaya, khususnya busur panah, yang kerap menimbulkan korban jiwa dan keresahan publik.
Kapolsek Bontoala Turun Tangan Redam Bentrokan dan Tegur Warga Layang–Lembo
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di titik rawan, sekaligus mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami seluruh informasi guna mencegah konflik lanjutan. (RAM)


Tinggalkan Balasan