MAKASSAR, MATANUSANTARA — Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Resmob Polda Sulsel menegaskan komitmen dalam menjaga kedamaian, stabilitas, dan keamanan masyarakat Sulawesi Selatan. Pesan persaudaraan yang disampaikan bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata sinergi aparat penegak hukum dan masyarakat, membangun ekosistem keamanan yang inklusif, responsif, dan berbasis risiko.
“Idul Fitri adalah momentum refleksi dan penguatan dedikasi bagi kami. Kami berdiri di garda terdepan agar masyarakat bisa beribadah dengan tenang. Semoga keberkahan menyertai setiap langkah kita dalam menjaga Bumi Pertiwi, khususnya Sulawesi Selatan,” ujar pernyataan resmi Resmob Polda Sulsel, kutip matanusantara.co.id, Sabtu (21/03/2026)
Pesan tersebut menegaskan bahwa kemenangan pasca-Ramadan adalah kembalinya masyarakat ke fitrah yang damai, sejalan dengan prinsip humanis Resmob dalam setiap operasi dan interaksi publik.
Siaga 24/7: Pengamanan Berbasis Risiko
Meski suasana Lebaran penuh kegembiraan, Resmob menempatkan pengawasan terhadap street crime, pencurian kendaraan bermotor, dan gangguan Kamtibmas pada level tertinggi. Strategi pengamanan yang diterapkan meliputi:
- Patroli Presisi: Penempatan personel di titik rawan, pusat keramaian, dan pemukiman yang ditinggal mudik.
Respon Cepat: Penanganan laporan masyarakat secara instan melalui kanal digital dan aplikasi keamanan publik.
- Sinergitas Komunitas: Mendorong warga menjadi “polisi bagi diri sendiri” melalui kampanye digital dengan tagar
RESMOBPOLDASULSEL.
Pendekatan ini menegaskan keseimbangan antara ketegasan operasional dan kepedulian humanis, memastikan aparat hadir nyata bagi masyarakat tanpa kompromi terhadap keselamatan dan ketertiban.
Komitmen Pelayanan dan Kepemimpinan Resmob
Personel Resmob menegaskan bahwa kehadiran mereka di lapangan bukan sekadar simbol, tetapi bukti nyata negara hadir di tengah kegembiraan rakyat. Dedikasi dan disiplin operasional mencerminkan nilai kepemimpinan taktis, di mana keamanan masyarakat diprioritaskan bersamaan dengan pendekatan humanis yang memperkuat kepercayaan publik.
“Setiap patroli, setiap langkah respons cepat, merupakan bagian dari komitmen kami menjaga Sulsel tetap aman. Dedikasi ini adalah bentuk kepemimpinan operasional yang harus dirasakan masyarakat secara nyata,” ungkap perwira Resmob.
Resmob juga aktif melakukan monitoring berbasis data dan koordinasi lintas satuan, memastikan titik rawan diidentifikasi, dianalisis, dan direspons tepat waktu. Sistem ini memaksimalkan efektivitas pengamanan sekaligus meminimalisir gangguan Kamtibmas selama Lebaran.
Bhayangkari dan Nilai Sosial
Ketua Bhayangkari Polda Sulsel menekankan bahwa Idul Fitri adalah momentum memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian antar warga. Masyarakat diajak ikut aktif menjaga lingkungan, memperkuat kohesi sosial, dan membangun sinergi nyata dengan aparat kepolisian.
Evaluasi Publik dan Transparansi
Pengawasan publik, patroli terpadu, dan respons instan yang dilakukan Resmob menjadi tolok ukur kinerja dan legitimasi institusi. Keberhasilan menjaga situasi aman dan kondusif selama Lebaran menjadi indikator nyata keseimbangan ketegasan, profesionalisme, dan humanisme.
Ucapan Idul Fitri dari Resmob Polda Sulsel menegaskan komitmen institusi: bukan sekadar kata, tetapi harus dibuktikan di lapangan.
