MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Pendekatan Religius Jadi Strategi Kamtibmas, Kapolrestabes Makassar Sholat Bersama Warga Barombong

Kapolrestabes Makassar bersama jajaran dan warga melaksanakan sholat Isya berjamaah di Masjid Al-Muttahilah sebagai bagian dari pendekatan Kamtibmas berbasis religius.

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Pendekatan berbasis keagamaan kian diposisikan sebagai instrumen strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Hal ini tercermin dalam kegiatan sholat Isya berjamaah yang dilaksanakan Kapolrestabes Makassar bersama warga di Masjid Al-Muttahilah Bontoa, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kamis malam (16/4).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Tamalate, Kompol H. Muh. Thamrin, turut mendampingi Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, bersama sejumlah pejabat utama (PJU) Polrestabes Makassar.

Kehadiran aparat kepolisian di ruang ibadah tidak sekadar menjalankan kewajiban religius, tetapi juga membangun kedekatan sosial yang lebih substantif dengan masyarakat. Masjid, dalam konteks ini, menjadi titik temu antara pendekatan spiritual dan strategi komunikasi publik.

Sholat berjamaah dimanfaatkan sebagai medium untuk merawat kedekatan emosional, menghapus sekat antara aparat dan warga, serta menumbuhkan rasa kesetaraan yang menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial.

Usai pelaksanaan ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan forum “Ngopi Kamtibmas” di kediaman Ketua RW 05, H. Abdul Karim. Forum ini berfungsi sebagai kanal dialog langsung, di mana masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, keluhan, hingga potensi gangguan keamanan yang berkembang di lingkungan mereka.

Program ini merupakan bagian dari agenda rutin Polrestabes Makassar dalam memperkuat pola komunikasi dua arah. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam mendeteksi dini potensi konflik sosial dibandingkan pola komunikasi formal yang bersifat satu arah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat Polrestabes Makassar, di antaranya Kasat Binmas AKBP Darwis, Kabag Log AKBP Haris Wellong, Kasi Humas Kompol Wahidduddin, Kasi Propam Kompol Ramli, serta Kasi Dokkes AKP Thamsil. Kegiatan ini juga melibatkan unsur Tripika Kecamatan Tamalate, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga perangkat RT/RW setempat.

Dalam sambutannya, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menekankan pentingnya memakmurkan masjid sebagai bagian dari penguatan nilai kebersamaan dan persatuan.

“Mari makmurkan sholat berjamaah di masjid. Selain mendekatkan diri kepada Allah SWT, juga dapat mempererat silaturahmi antarwarga serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Dalam perspektif yang lebih luas, pendekatan ini mencerminkan pergeseran paradigma pemeliharaan Kamtibmas—dari yang semula berorientasi pada penindakan, menjadi berbasis pencegahan melalui penguatan relasi sosial dan nilai-nilai spiritual.

Model ini juga menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai objek pengamanan, tetapi sebagai mitra aktif dalam menjaga stabilitas lingkungan. Dengan keterlibatan langsung warga, potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini melalui mekanisme partisipatif.

Melalui kegiatan ini, Polrestabes Makassar menunjukkan bahwa stabilitas Kamtibmas tidak hanya dibangun melalui kehadiran aparat, tetapi juga melalui kepercayaan publik yang tumbuh dari kedekatan, komunikasi, dan nilai kebersamaan.

Pada akhirnya, keberhasilan pendekatan ini akan diukur dari sejauh mana sinergi antara kepolisian dan masyarakat mampu bertahan dan berfungsi dalam menghadapi dinamika sosial di wilayah perkotaan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini