Efisiensi Energi Disorot, Kajati Sulsel Tekan Disiplin dan Kinerja Usai Lebaran
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan (Sulsel), Didik Farkhan Alisyahdi, melontarkan peringatan serius kepada seluruh jajaran internal terkait pentingnya efisiensi energi dan bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan dinamika global yang terus bergerak fluktuatif.
Pesan tegas itu disampaikan Didik saat memimpin apel kerja pagi di Baruga Adhyaksa, Senin (30/3/2026), yang diikuti Wakajati Prihatin, para asisten, pejabat struktural, serta seluruh pegawai di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulsel.
Dalam arahannya, Didik menegaskan bahwa kondisi global saat ini menuntut setiap institusi negara untuk mengedepankan prinsip efisiensi tanpa mengorbankan kualitas kinerja.
“Dalam kondisi global seperti sekarang, kita harus melakukan efisiensi, terutama dalam penggunaan energi dan BBM. Intinya kita harus berhemat,” ujar Didik, pada saat memimpin apel pagi, Senin (30/03).
Penegasan tersebut tidak berhenti pada tataran normatif. Didik mengurai langkah konkret yang harus segera diimplementasikan, termasuk pembatasan kegiatan seremonial yang dinilai tidak memiliki urgensi langsung terhadap kinerja institusi, seperti open house berlebihan yang berpotensi menguras anggaran.
Ia juga mengungkapkan bahwa imbauan efisiensi ini tidak hanya berlaku di internal kejaksaan, tetapi telah disampaikan kepada jajaran pemerintah daerah sebagai bagian dari penguatan tata kelola anggaran yang lebih rasional dan terukur.
Di sisi lain, Didik menekankan bahwa efisiensi tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan performa kerja. Justru sebaliknya, ia meminta seluruh bidang meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam penyampaian laporan, sebagai indikator kedisiplinan dan profesionalisme aparat penegak hukum.
Menurutnya, periode pasca-libur panjang Idulfitri merupakan titik krusial untuk menguji integritas dan etos kerja pegawai. Kedisiplinan hadir tepat waktu, responsivitas terhadap tugas, serta kemampuan menjaga ritme kerja dinilai sebagai parameter utama dalam menjaga marwah institusi.
Ia pun memberikan apresiasi kepada pegawai yang telah kembali bekerja tepat waktu usai cuti bersama, dengan catatan pengecualian bagi mereka yang masih menjalani cuti resmi sesuai ketentuan.
Masih dalam nuansa Idulfitri, Didik turut menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh jajaran agar menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat solidaritas internal.
“Momentum Lebaran ini harus kita jadikan sebagai ajang mempererat silaturahmi dan saling memaafkan,” pesannya.
Kegiatan apel pagi tersebut kemudian ditutup dengan halal bihalal yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Seluruh pegawai berjabat tangan dengan pimpinan serta mengikuti sesi foto bersama, sebagai simbol konsolidasi internal pasca-Ramadan.

Tinggalkan Balasan