Razia Senyap Diperingatan HBP ke-62, Lapas Palopo Uji Sterilitas Hunian, HP dan Narkoba Nihil
PALOPO, MATANUSANTARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo menggelar operasi razia malam dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Senin (06/04), sebagai bentuk uji lapangan terhadap efektivitas sistem pengamanan dan sterilitas hunian warga binaan dari peredaran barang terlarang berisiko tinggi.
Operasi yang dimulai pukul 20.00 WITA tersebut merupakan implementasi langsung dari kebijakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, dengan pendekatan deteksi dini berbasis kontrol menyeluruh terhadap titik-titik rawan di dalam lapas.
Penyisiran dilakukan secara terukur dan berlapis, mencakup Blok A3, A4, B4, B6, C5, C6, D2, D4, E1, hingga E7. Setiap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terlebih dahulu menjalani penggeledahan badan secara individual, sebelum petugas melakukan pembongkaran terbatas terhadap isi kamar guna memastikan tidak adanya objek tersembunyi.
Kegiatan ini melibatkan jajaran struktural Lapas Palopo yang didukung aparat Kepolisian dan TNI, menandai adanya penguatan sistem pengamanan terpadu berbasis kolaborasi lintas institusi. Skema ini dirancang untuk menutup celah penyelundupan serta mempersempit ruang gerak potensi pelanggaran di dalam lapas.
Dari hasil razia, petugas mengamankan sejumlah barang larangan kategori administratif dan potensial berbahaya, seperti gunting kuku, parfum, cermin, paku, hanger besi, pinset, alat cukur, korek api, hingga benda berbahan logam dan kayu, termasuk satu pisau rakitan. Seluruh barang tersebut telah diklasifikasikan, didata, dan diamankan untuk proses pemusnahan sesuai standar operasional.
Namun demikian, indikator paling krusial dalam operasi ini menunjukkan hasil signifikan, yakni nihilnya temuan handphone dan narkotika. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kontrol terhadap peredaran barang terlarang kategori tinggi berada dalam level terkendali.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, menegaskan bahwa razia bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen strategis untuk memastikan integritas sistem pemasyarakatan tetap terjaga.
“Razia ini adalah langkah konsisten kami dalam menjaga keamanan serta memastikan tidak adanya peredaran barang terlarang di dalam Lapas. Kami juga terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum guna menciptakan kondisi yang kondusif,” tegasnya.
Secara struktural, penguatan pengamanan tidak hanya bertumpu pada razia, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur fisik. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa elemen pengamanan seperti teralis, branggang, dan tembok keliling berada dalam kondisi optimal, memperkuat sistem pertahanan berlapis di dalam lapas.
Lebih jauh, manajemen Lapas Palopo memastikan bahwa razia akan terus dilakukan secara periodik dengan pola acak dan terukur, guna menjaga efek kejut sekaligus menutup peluang adaptasi dari potensi pelanggaran internal.
Dalam konteks yang lebih luas, capaian nihil HP dan narkotika ini menjadi indikator penting bahwa sistem kontrol berjalan efektif, sekaligus mempertegas komitmen Lapas Palopo dalam membangun tata kelola pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan bebas dari gangguan keamanan dan ketertiban. (***)

Tinggalkan Balasan