MTQ Sulsel 2026 Dijaga Ketat, 140 Personel Polres Maros Disiagakan
MAROS, MATANUSANTARA — Pengamanan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Kabupaten Maros tidak dilakukan secara biasa. Polres Maros menerapkan skema pengamanan berlapis dengan menurunkan 140 personel untuk mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.
Langkah ini mencerminkan pendekatan preventif kepolisian dalam mengawal agenda berskala besar yang melibatkan mobilitas tinggi peserta dan masyarakat dari berbagai daerah.
Sejumlah titik strategis menjadi fokus pengamanan, mulai dari arena utama MTQ, jalur distribusi massa, hingga titik keramaian yang memiliki kerentanan terhadap gangguan kamtibmas. Penguatan juga dilakukan pada sektor lalu lintas guna mencegah kepadatan yang berpotensi mengganggu jalannya kegiatan.
Personel yang diterjunkan tidak bekerja secara umum, melainkan dibagi dalam satuan tugas (satgas) berbasis fungsi operasional. Pola ini menandakan adanya pembagian peran yang terukur, mulai dari pengamanan terbuka, pengamanan tertutup, hingga patroli dinamis.
Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya, S.H., S.I.K., M.I.K., M.Tr. Opsla, melalui Kasi Humas Polres Maros AKP Ahmad, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan maksimal.
“Ratusan personel kami siagakan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan MTQ berjalan dengan aman dan lancar. Pengamanan ini kami lakukan secara maksimal, baik secara terbuka maupun tertutup, termasuk pengaturan arus lalu lintas dan patroli rutin,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Di sisi lain, pengamanan ini tidak berdiri sendiri. Polres Maros memperkuat koordinasi lintas sektor bersama TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan panitia pelaksana, guna membentuk sistem pengamanan terpadu.
Model kolaborasi ini menjadi krusial, mengingat kegiatan MTQ tidak hanya berfokus pada seremoni keagamaan, tetapi juga berdampak pada dinamika sosial, ekonomi, dan mobilitas publik di wilayah Maros.
Namun demikian, efektivitas pengamanan tidak hanya bergantung pada aparat. Partisipasi publik menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif, sehingga pelaksanaan MTQ ini dapat berjalan dengan sukses dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.
Dengan kombinasi kekuatan personel, strategi berlapis, serta sinergi lintas instansi, pelaksanaan MTQ Sulsel 2026 di Maros tidak hanya ditargetkan berjalan aman, tetapi juga menjadi standar pengamanan event daerah yang terukur dan responsif terhadap potensi risiko. (***)

Tinggalkan Balasan