Kapolres Luwu Dipuji Redam Tawuran Tanpa Represif, Pendekatan Humanis Dinilai Selamatkan Generasi Muda
LUWU, MATANUSANTARA — Pendekatan humanis yang diterapkan jajaran Polres Luwu dalam meredam aksi tawuran kelompok remaja dan pemuda di sejumlah titik wilayah Kabupaten Luwu mendapat apresiasi luas dari berbagai elemen masyarakat. Langkah persuasif yang mengedepankan dialog dan edukasi dinilai berhasil menciptakan situasi aman tanpa memunculkan konflik baru di tengah masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Karang Taruna Kabupaten Luwu, dr. Daud Mustaqim. Ia menilai pola penanganan yang dilakukan Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, menjadi contoh penanganan konflik sosial yang lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dibanding tindakan represif.
Menurutnya, penanganan yang dilakukan aparat kepolisian tidak hanya fokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga menyentuh akar persoalan melalui pendekatan persuasif kepada para remaja dan pemuda yang terlibat konflik kelompok.
“Kami dari Karang Taruna Kabupaten Luwu mengapresiasi kinerja Kapolres Luwu yang mampu meredam tawuran kelompok dengan pendekatan yang humanis. Ini menunjukkan bahwa penanganan secara persuasif jauh lebih efektif dalam membangun kesadaran generasi muda,” ujarnya, Jumat (15/05/2026).
Situasi yang sebelumnya sempat menimbulkan keresahan masyarakat kini perlahan kembali kondusif. Pendekatan dialogis yang dilakukan aparat kepolisian dinilai berhasil meredam potensi bentrokan lanjutan tanpa memicu ketegangan baru di tengah warga.
Bahkan, munculnya kesadaran masyarakat yang secara sukarela menyerahkan senjata tajam dan senjata rakitan kepada aparat kepolisian disebut sebagai indikator meningkatnya kepedulian warga terhadap pentingnya menjaga keamanan bersama.
Dr. Daud menilai keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pemerintah desa, hingga organisasi kepemudaan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana damai di Kabupaten Luwu.
Ia berharap pola pendekatan kolaboratif seperti itu dapat terus diperkuat guna mencegah terulangnya aksi tawuran kelompok di masa mendatang.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan stabilitas daerah. Karena itu, ia mengimbau para pemuda agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun ajakan konflik yang berpotensi memecah persaudaraan.
“Kami siap mendukung program kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan nyaman, khususnya melalui kegiatan positif yang melibatkan kalangan pemuda,” tutup dokter yang dikenal humanis tersebut.
Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu menyampaikan terima kasih atas dukungan dan apresiasi yang diberikan berbagai elemen masyarakat terhadap langkah Polres Luwu dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut Kapolres, terciptanya kondisi aman dan damai di Kabupaten Luwu tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, baik aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, maupun para pemuda.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif agar para remaja dan pemuda yang sempat terlibat tawuran kelompok dapat kembali memahami pentingnya menjaga persaudaraan dan keamanan bersama. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kabupaten Luwu tetap aman, damai, dan kondusif,” ujar Kapolres Luwu.
Ia menegaskan bahwa Polres Luwu akan terus meningkatkan patroli dialogis, pembinaan, dan edukasi kepada kalangan remaja serta pemuda guna mencegah munculnya kembali potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Luwu.
Langkah tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pendekatan humanis mampu menjadi solusi efektif dalam menyelesaikan konflik sosial sekaligus menjaga masa depan generasi muda agar tidak terjerumus dalam lingkaran kekerasan. (***)

Tinggalkan Balasan