Pembinaan UMKM Lapas Sungguminasa Bekali WBP Skill Bernilai Jual
GOWA, MATANUSANTARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa terus mendorong penguatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu implementasinya diwujudkan dalam pelatihan pembuatan keripik yang dilaksanakan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Kamis (22/04/2026).
Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan produktif yang memiliki nilai ekonomi serta daya saing di pasar. Dalam pelaksanaannya, WBP dibekali pengetahuan menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik produksi, hingga pengemasan produk agar memenuhi standar kualitas yang layak jual.
Antusiasme WBP terlihat dalam setiap tahapan pelatihan, mencerminkan adanya kesadaran untuk mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang aplikatif. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga berorientasi pada outcome ekonomi.
Seksi Giatja secara berkelanjutan melakukan pemetaan potensi dan pengembangan program pembinaan berbasis UMKM. Langkah ini diarahkan untuk membuka peluang usaha mandiri bagi WBP setelah menyelesaikan masa pidana, sekaligus mengurangi risiko residivisme melalui penguatan kemandirian ekonomi.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, menegaskan bahwa program UMKM memiliki peran strategis dalam membangun fondasi ekonomi warga binaan.
“Pembinaan UMKM seperti pembuatan keripik ini bukan sekadar kegiatan keterampilan, tetapi menjadi fondasi penting dalam membentuk kemandirian ekonomi WBP. Kami ingin mereka memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti, sehingga mampu mandiri dan tidak kembali pada perilaku yang melanggar hukum,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengembangan program pembinaan akan terus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia WBP, khususnya di sektor kewirausahaan.
Dengan pendekatan tersebut, Lapas Narkotika Sungguminasa menargetkan terciptanya transformasi WBP menjadi individu yang produktif, adaptif, dan mampu berkontribusi secara positif dalam kehidupan sosial maupun ekonomi setelah kembali ke masyarakat. (****)

Tinggalkan Balasan