Teror Berulang Geng Motor Bersenjata, Warga Kandea Tepi Kanal Hidup Dalam Ketakutan
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Situasi keamanan di kawasan Jalan Kandea, khususnya wilayah tepi kanal, memasuki fase yang mengkhawatirkan. Dalam rentang waktu sepekan, warga mengaku telah empat kali menjadi sasaran serangan kelompok yang mengatasnamakan geng motor dari wilayah Tamajene. Intensitas serangan yang berulang ini memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas pengawasan keamanan di wilayah tersebut.
Berdasarkan keterangan warga, pola serangan berlangsung sistematis dengan waktu yang relatif konsisten, yakni antara pukul 24.00 hingga 03.00 WITA. Pada jam-jam tersebut, pelaku datang dalam kelompok dan membawa sejumlah senjata berbahaya, mulai dari busur panah hingga airsoftgun, yang berpotensi menimbulkan korban luka serius bahkan jiwa.
Dua titik yang disebut paling rawan menjadi sasaran adalah kawasan Kandea Baraya tepi kanal, Kecamatan Bontoala, serta wilayah Bungaejayya, Kecamatan Tallo. Kedua lokasi ini dinilai memiliki kerentanan tinggi karena minimnya penjagaan serta kondisi lingkungan yang relatif terbuka.
Seorang warga, Hariyani Rachman, mengungkapkan bahwa eskalasi ancaman kini tidak lagi bisa dianggap sebagai gangguan biasa, melainkan sudah mengarah pada teror yang sistematis.
“Minggu ini kami sudah empat kali diserang oleh geng motor. Mereka datang dan menyerang tepat di tengah malam saat warga sedang beristirahat. Kami sangat resah dan takut, karena senjata yang mereka bawa sangat berbahaya dan sewaktu-waktu bisa melukai siapa saja yang ada di sekitar. Oleh karena itu, kami sangat berharap agar pihak kepolisian segera bertindak dan rutin melakukan penjagaan serta patroli di sekitar kawasan tepi kanal ini,” ungkapnya, dikutip media ini, Rsbu (29/04/2026)
Kondisi ini memperlihatkan adanya celah pengamanan yang belum tertutup secara optimal. Warga menilai kehadiran aparat di lapangan masih belum cukup untuk memberikan efek deterensi terhadap kelompok pelaku yang beroperasi secara berulang.
“Kami berharap kepada pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti keluhan ini dan menjaga keamanan serta keselamatan kami dari serangan geng motor. Kami ingin hidup tenang dan aman di lingkungan sendiri,” lanjut Hariyani.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat langkah konkret yang mampu meredam intensitas serangan tersebut. Warga kini berada dalam posisi rentan, menunggu respons cepat dan terukur dari aparat penegak hukum untuk mengembalikan rasa aman sekaligus menindak tegas para pelaku yang telah berulang kali melakukan aksi teror di lingkungan permukiman. (***)
Penulis: ARIFÂ

Tinggalkan Balasan