Makassar Half Marathon Jadi Magnet Ekonomi, PHRI Sulsel Sebut Hotel hingga UMKM Bergairah
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Dentuman semangat ribuan pelari yang membelah jalanan Kota Makassar dalam ajang Makassar Half Marathon ternyata tidak hanya menghadirkan atmosfer olahraga. Di balik gegap gempita event nasional tersebut, denyut ekonomi Kota Daeng ikut bergerak kencang.
Hotel-hotel penuh, restoran dipadati pengunjung, pelaku UMKM kebanjiran pembeli, hingga kawasan wisata dipenuhi aktivitas masyarakat dan peserta dari berbagai daerah. Momentum itu dinilai menjadi bukti nyata bahwa event olahraga kini telah menjelma menjadi mesin penggerak ekonomi dan pariwisata daerah.
Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sulawesi Selatan(PHRI Sulsel) Anggiat Sinaga, menyebut Makassar Half Marathon telah berkembang menjadi ikon sport tourism yang memiliki dampak besar terhadap industri perhotelan dan restoran di Sulawesi Selatan.
“Makassar Half Marathon yang kini telah menjadi agenda sport tourism tahunan merupakan event yang sangat ditunggu oleh industri perhotelan dan restoran di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar. Event ini terbukti memberikan dampak nyata terhadap peningkatan okupansi hotel dan kunjungan ke berbagai destinasi kuliner,” ujarnya dengan penuh semangat dikutip media ini, Sabtu (08/05/2026))
Menurutnya, geliat ekonomi mulai terasa bahkan jauh sebelum garis start dibuka. Reservasi hotel meningkat drastis, kawasan pusat kota dipenuhi wisatawan, sementara para pelaku usaha kuliner menikmati lonjakan pelanggan yang datang silih berganti.
PHRI Sulsel mencatat hampir seluruh hotel di kawasan pantai dan pusat Kota Makassar mengalami tingkat hunian yang sangat tinggi, bahkan sebagian di antaranya dilaporkan penuh selama rangkaian event berlangsung.
Ribuan peserta yang datang dari luar daerah hingga mancanegara disebut menjadi faktor utama meningkatnya okupansi hotel di Kota Makassar. Namun bukan hanya hotel berbintang yang merasakan berkah tersebut.
“Tidak hanya hotel berbintang yang merasakan manfaatnya, hotel non-bintang juga ikut mendapatkan dampak positif dari event ini. Artinya, efek ekonomi yang ditimbulkan benar-benar dirasakan secara luas oleh pelaku industri pariwisata dan masyarakat,” lanjutnya.
Di tengah euforia event yang dimulai sejak dini hari, fenomena menarik juga terjadi di kalangan peserta lokal. Demi kenyamanan dan kemudahan menuju titik start maupun finish, banyak warga Makassar memilih menginap di hotel sekitar lokasi pelaksanaan.
“Dengan euforia yang begitu tinggi dan pelaksanaan race yang dimulai sejak subuh, tidak sedikit pula peserta yang berasal dari Makassar memilih menginap di hotel-hotel yang berada di sekitar area start maupun finish demi kenyamanan dan kemudahan akses saat hari pelaksanaan,” jelas Anggiat.
Optimisme PHRI Sulsel terhadap dampak ekonomi event ini pun bukan tanpa alasan. Anggiat memperkirakan Makassar Half Marathon mampu mendongkrak tingkat hunian hotel hingga 10 sampai 15 persen angka yang dinilai sangat besar bagi industri perhotelan di Makassar.
“Kami optimis event Makassar Half Marathon mampu memberikan peningkatan occupancy hotel sebesar 10–15 persen, dan itu merupakan sesuatu yang sangat luar biasa bagi industri perhotelan di Makassar,” tegasnya.
Lebih jauh, event ini dinilai bukan sekadar perlombaan lari, melainkan panggung besar yang memperlihatkan wajah modern Kota Makassar kepada publik nasional dan internasional.
Sekitar 12 ribu peserta yang hadir disebut secara tidak langsung menjadi duta promosi digital bagi Kota Makassar. Ribuan foto, video, dan cerita yang tersebar di media sosial diyakini membentuk citra baru Makassar sebagai kota yang hidup, sehat, terbuka, dan siap menjadi destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.
“Hampir 12.000 peserta akan menciptakan konten tentang Makassar. Nilai promosi seperti ini tidak bisa diukur hanya dengan angka, karena turut membangun image positif Kota Makassar di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Anggiat Sinaga.
Bagi PHRI Sulsel, Makassar Half Marathon bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finish. Lebih dari itu, event ini telah menjadi simbol bagaimana olahraga mampu menghidupkan denyut ekonomi, memperkuat pariwisata, dan membawa nama Makassar berlari lebih jauh ke panggung nasional bahkan dunia. (ANGGIL)

Tinggalkan Balasan