Terungkap!! Video Dugem Oknum Polisi Bareng Istrinya di Bahodopi, Diduga Anggota Sabhara Polda Sulteng
SULTENG, MATANUSANTARA — Gelombang sorotan publik terhadap video dugem oknum polisi bersama istrinya di kawasan tambang Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), kini memasuki babak baru. Identitas pria dalam video berdurasi 17 detik yang viral di sejumlah platform media sosial itu perlahan mulai terkuak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun matanusantara.co.id dari sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan, pria dalam video tersebut diduga merupakan anggota aktif Polda Sulteng berinisial IR.
Sumber menyebut, IR sebelumnya berdinas di bagian Yanma Polda Sulteng sebelum dikabarkan dimutasi ke satuan Sabhara. Meski demikian, hingga kini belum diketahui pasti pangkat maupun jabatan resminya.
“Oknum anggota Polda yang Abang tanyakan, namanya IR (diinisialkan), dinas di bagian Yanma tapi update terakhir dimutasi ke Sabhara, istrinya bernama NA alias Niken,” ungkap sumber kepada tim redaksi melalui pesan chat DM Instagram, Senin (11/05/2026).
Tak hanya mengungkap identitas, sumber juga menyebut perempuan yang diduga istri dari oknum polisi tersebut dikenal gemar mengunjungi tempat hiburan malam di Kota Palu.
“Kuat sekali memang istrinya itu kalau badugem di Palu. Jarang alfa di Club 168 Palu kalau malam minggu,” ujar sumber lagi.
Informasi tersebut semakin mempertebal sorotan publik terhadap gaya hidup oknum aparat yang dinilai tidak mencerminkan etika institusi penegak hukum, terlebih saat dugaan pelanggaran disiplin kedinasan turut mencuat ke permukaan.
Sebelumnya, redaksi menerima sebuah video melalui surat elektronik dari seseorang tak dikenal pada Jumat malam, 08 Mei 2026, sekitar pukul 18.39 WITA. Video itu memperlihatkan seorang pria yang diduga anggota polisi tengah berjoget dan menikmati hiburan malam bersama seorang perempuan yang disebut sebagai istrinya di kawasan Bahodopi.
Dalam pesan yang dikirim ke redaksi, pengirim meminta agar dugaan perilaku menyimpang aparat tersebut dipublikasikan ke masyarakat. Pengirim juga menyinggung dugaan bahwa oknum polisi itu telah berbulan-bulan berada di Bahodopi tanpa menjalankan tugas kedinasannya.
“Angkat berita anggota Polda yang sudah 5 bulan di Bahodopi nda masuk kantor,” tulis pengirim dalam pesannya.
Tak hanya itu, sumber juga menduga oknum anggota tersebut lebih sering menghabiskan waktu di tempat hiburan malam dibanding menjalankan tanggung jawab sebagai aparat negara.
“Malah asyik dugem dengan istrinya di club malam Bahodopi,” lanjut pesan tersebut.
Jika informasi itu benar, maka dugaan pelanggaran yang muncul bukan sekadar persoalan etik pribadi, melainkan berpotensi menyentuh aspek disiplin anggota Polri. Sebab, anggota kepolisian terikat aturan ketat terkait perilaku, kedisiplinan, serta kewajiban menjaga marwah institusi di ruang publik.
Situasi ini juga memunculkan pertanyaan publik mengenai pengawasan internal di lingkungan Polda Sulteng, terutama jika benar seorang anggota dapat berada cukup lama di luar wilayah tugas tanpa pengawasan yang jelas.
Sebagai bentuk keberimbangan informasi, redaksi matanusantara.co.id telah melakukan upaya konfirmasi kepada pejabat sementara Kapolda Sulteng, Helmi Kwarto Kusuma P. Rauf melalui pesan WhatsApp.
Dalam konfirmasi tersebut, redaksi turut mengirimkan rekaman video viral dimaksud serta mempertanyakan dugaan absensi kedinasan selama kurang lebih lima bulan dan identitas oknum polisi yang disebut dalam laporan sumber.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban maupun klarifikasi resmi dari pihak Polda Sulteng.
Di tengah derasnya perhatian publik, masyarakat kini menunggu langkah tegas Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulteng untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Sebab di tengah tuntutan reformasi internal Polri dan upaya pemulihan citra institusi, setiap dugaan pelanggaran etik oleh aparat akan selalu menjadi perhatian serius masyarakat. (****)

Tinggalkan Balasan