Diduga Modus Baru Mafia Solar Subsidi, Dump Truck Menginap di SPBU Bone
BONE, MATANUSANTARA – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bone diduga menjadi modus baru pengambilan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi.
Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah mobil dump truck terlihat sudah terparkir sejak malam hari di area SPBU dan ditinggalkan oleh sopirnya. Kondisi tersebut memicu dugaan adanya praktik penimbunan atau pengisian berulang BBM subsidi oleh pihak tertentu.
Aco, warga Kelurahan Jeppe’e, mengatakan pemandangan antrean panjang kendaraan berat di SPBU hampir terjadi setiap hari dan mulai menimbulkan keresahan masyarakat.
“Setiap saya mengantar anak sekolah, antrean seperti ini menjadi pemandangan setiap hari, mulai dari SPBU Jalan Mangga juga di SPBU Ahmad Yani,” tutur Aco, kepada media ini, Sabtu (23/05/2026)
Tak hanya di dua lokasi tersebut, kondisi serupa juga disinyalir terjadi di sejumlah SPBU lain di Kabupaten Bone, di antaranya SPBU Cabalu, SPBU Jalan Gatot Subroto, SPBU Jalan Sungai Musi, Palakka, Belli hingga SPBU Uloe.
Sumber lain yang meminta identitasnya dirahasiakan, sebut saja “I”, menduga antrean dump truck yang terjadi hampir setiap hari bukan lagi kondisi normal distribusi BBM subsidi.
“Aneh rasanya jika antrean seperti ini terjadi setiap hari. Selain itu, sepertinya mobil yang terus mengantre di sejumlah SPBU adalah mobil yang sama. Mustahil kan mobil dump truck pemuat bahan bangunan mengisi solar setiap hari,” ungkapnya.
Menurutnya, pola antrean kendaraan berat yang berlangsung sejak malam hingga pagi hari patut mendapat perhatian aparat penegak hukum maupun pihak pengawas distribusi BBM subsidi.
Warga berharap aparat kepolisian, Pertamina serta instansi terkait segera turun melakukan pengawasan dan pemeriksaan di sejumlah SPBU yang diduga menjadi titik pengambilan solar subsidi secara tidak wajar.
Jika tidak diawasi secara ketat, praktik dugaan penyalahgunaan BBM subsidi dikhawatirkan berdampak pada kelangkaan solar bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha yang benar-benar membutuhkan. (***)

Tinggalkan Balasan