Kemenag dan Rutan Pangkep Perkuat Sinergi Pembinaan Spiritual Warga Binaan
PANGKEP, MATANUSANTARA — Upaya memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep. Salah satunya melalui penguatan sinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangkep dalam pembinaan moral dan spiritual bagi warga binaan.
Komitmen tersebut dibahas dalam kunjungan koordinasi yang dilakukan jajaran Kemenag Kabupaten Pangkep ke Rutan Kelas IIB Pangkep, Rabu (3/6). Pertemuan tersebut diterima langsung Kepala Rutan Pangkep, Rachmat Efendy.
Dalam pertemuan itu, kedua institusi membahas pelaksanaan program pembinaan keagamaan yang selama ini telah berjalan, termasuk kegiatan pengajian rutin yang menjadi bagian dari proses pembinaan warga binaan di dalam rutan.
Ketua IPARI Kemenag Kabupaten Pangkep, Jamaluddin, mengatakan koordinasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan pembinaan keagamaan yang berkesinambungan.
“Kami berharap kolaborasi antara Kemenag dan Rutan Pangkep dapat terus berjalan dengan baik sehingga program pembinaan spiritual bagi warga binaan dapat terlaksana secara optimal dan berkesinambungan,” tuturnya.
Menurut Jamaluddin, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran moral, meningkatkan kualitas spiritual, serta mendorong perubahan perilaku positif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Sementara itu, Kepala Rutan Pangkep, Rachmat Efendy, menyambut baik dukungan yang diberikan Kemenag Kabupaten Pangkep. Ia menilai sinergi lintas instansi menjadi faktor penting dalam menciptakan program pembinaan yang efektif dan berdampak positif.
“Kegiatan koordinasi ini menjadi wujud sinergi antara Rutan Pangkep dan Kementerian Agama Kabupaten Pangkep dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan, khususnya di bidang keagamaan,” ucapnya.
Rachmat menegaskan bahwa pembinaan keagamaan bukan hanya menjadi sarana meningkatkan pemahaman spiritual, tetapi juga bagian dari upaya membentuk karakter warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, Rutan Pangkep berharap program pembinaan berbasis keagamaan dapat berjalan lebih optimal, terarah, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat nyata dalam proses pembentukan kepribadian warga binaan.
Kerja sama tersebut juga diharapkan menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih humanis, edukatif, dan berorientasi pada pemulihan serta perubahan perilaku yang lebih baik. (***)

Tinggalkan Balasan