MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Warga Binaan Rutan Makassar Terima Premi, Hasil Pembinaan Produktif dan Bernilai

Pembagian premi kepada warga binaan aktif sebagai bentuk apresiasi atas produktivitas dan kedisiplinan dalam mengikuti program pembinaan kemandirian di Rutan Kelas I Makassar, Rabu (24/6).

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan kemandirian warga binaan. Melalui program pembinaan kemandirian, sejumlah warga binaan menerima premi hasil kerja produktif yang mereka jalani selama mengikuti berbagai kegiatan keterampilan, Rabu (24/6).

Program tersebut meliputi sejumlah bidang pembinaan, seperti barbershop, coffee shop, hingga kerajinan tangan yang dikelola secara terarah di lingkungan rutan. Selain menjadi sarana pembinaan mental dan keterampilan, kegiatan itu juga membuka ruang bagi warga binaan untuk tetap produktif selama menjalani masa pidana.

Pemberian premi tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kedisiplinan, tanggung jawab, serta konsistensi warga binaan dalam mengikuti program pembinaan yang telah berjalan secara berkelanjutan di Rutan Kelas I Makassar.

Tak sekadar memberikan penghasilan tambahan, program ini juga dinilai menjadi langkah nyata dalam menyiapkan warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat setelah bebas nantinya.

Dalam mekanismenya, premi dibagikan dengan sistem 50 persen diterima secara tunai oleh warga binaan, sementara 50 persen lainnya disimpan melalui kartu e-money Brizzi sebagai tabungan yang akan diberikan setelah selesai menjalani masa pidana.

Skema tersebut dinilai menjadi bagian dari edukasi pengelolaan keuangan sekaligus upaya membangun pola hidup yang lebih bertanggung jawab bagi warga binaan sejak dini.

Diwawancarai, Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Makassar, Jayadikusumah, menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan.

“Melalui pembinaan ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan pentingnya mempersiapkan masa depan. Premi yang diberikan merupakan bentuk penghargaan atas usaha dan kerja keras mereka selama mengikuti pembinaan,” ujarnya.

Salah seorang warga binaan yang mengikuti program tersebut mengaku bersyukur karena hasil kerja mereka mendapatkan penghargaan dan manfaat nyata.

“Kami merasa dihargai karena hasil kerja kami memiliki nilai. Selain mendapat pengalaman dan keterampilan, sebagian premi juga menjadi tabungan yang bisa kami manfaatkan nanti saat bebas,” ungkapnya.

Program pembinaan seperti ini dinilai menjadi salah satu wajah pemasyarakatan modern yang tidak hanya berfokus pada pembinaan keamanan, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir, kemampuan kerja, serta kesiapan sosial warga binaan sebelum kembali menjalani kehidupan di masyarakat.

“Setiap keterampilan yang dipelajari, setiap karya yang dihasilkan, dan setiap premi yang diterima adalah bukti bahwa perubahan selalu dimulai dari kemauan untuk terus berkembang.” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini