MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Wakapolres Maros: Pelayanan Publik Jadi Tolok Ukur Kepercayaan Masyarakat kepada Polri

Wakapolres Maros Kompol Ahmad Rosma, S.H. memberikan arahan kepada seluruh personel saat apel pimpinan di Mapolres Maros. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pelayanan prima, profesionalisme, disiplin, dan sikap humanis sebagai wujud implementasi Polri Presisi.

MAROS, MATANUSANTARA – Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tidak dibangun melalui slogan, melainkan melalui kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pesan itu menjadi penekanan utama Wakapolres Maros Kompol Ahmad Rosma, S.H. saat memimpin apel pimpinan di Lapangan Apel Mapolres Maros, Rabu (3/6/2026).

Di hadapan para pejabat utama, perwira, bintara, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Polres Maros, Wakapolres menegaskan bahwa pelayanan prima harus menjadi budaya kerja yang melekat pada setiap personel Polri, bukan sekadar kewajiban administratif dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, masyarakat saat ini semakin kritis dalam menilai kinerja aparat. Karena itu, setiap anggota Polri dituntut mampu menghadirkan pelayanan yang profesional, cepat, transparan, responsif, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Arahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi transformasi Polri Presisi yang menempatkan pelayanan publik sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Kompol Ahmad Rosma menilai, kualitas pelayanan yang diberikan personel di lapangan akan menjadi cerminan langsung wajah Polri di mata masyarakat. Satu pelayanan yang baik dapat meningkatkan kepercayaan publik, sementara pelayanan yang buruk berpotensi mengurangi kepercayaan yang telah dibangun selama ini.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh personel, terutama yang bertugas pada fungsi pelayanan publik, agar senantiasa memberikan kemudahan, kenyamanan, dan kepastian kepada masyarakat yang membutuhkan layanan kepolisian.

Lebih jauh, Wakapolres menegaskan bahwa kehadiran Polri harus mampu memberikan manfaat nyata, bukan sekadar menjalankan tugas formalitas. Polisi dituntut hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus problem solver bagi masyarakat.

“Pelayanan prima harus menjadi komitmen seluruh personel. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, dan sikap humanis. Kehadiran Polri harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, serta solusi bagi setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat,” tegas Kompol Ahmad Rosma.

Selain pelayanan prima, ia juga menyoroti pentingnya menjaga disiplin, etika, dan penampilan sebagai bagian dari profesionalisme anggota Polri.

Menurutnya, perilaku anggota di lapangan tidak hanya mencerminkan pribadi personel, tetapi juga menjadi representasi institusi secara keseluruhan. Oleh sebab itu, setiap anggota wajib menjaga sikap, tutur kata, dan tindakan agar tetap sesuai dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan kepolisian modern tidak hanya terletak pada penegakan hukum, tetapi juga pada kemampuan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas dan berkeadilan.

Melalui apel pimpinan itu, Polres Maros menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar pelayanan publik sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan transformasi kelembagaan Polri. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kedekatan antara polisi dan masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dengan pelayanan yang profesional, transparan, dan humanis, Polres Maros optimistis cita-cita menghadirkan Polri yang Presisi bukan hanya menjadi program institusi, tetapi dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini