Kemasan Teh Berisi Sabu Terbongkar di Parepare, Jejak Jaringan Malaysia Diburu Polisi
PAREPARE, MATANUSANTARA – Sebuah operasi senyap yang diduga melibatkan jaringan narkotika lintas negara berakhir di Pelabuhan Nusantara Parepare. Sebanyak 40 kilogram sabu yang diduga berasal dari Malaysia berhasil digagalkan aparat kepolisian sebelum sempat menyebar ke berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.
Pengungkapan tersebut menjadi salah satu pukulan terbesar terhadap peredaran narkotika di Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2026. Barang haram bernilai miliaran rupiah itu diduga telah menempuh perjalanan panjang melintasi perairan internasional sebelum akhirnya terhenti di tangan aparat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sabu tersebut diangkut menggunakan Kapal Motor (KM) Prince Soya dari Samarinda, Kalimantan Timur, menuju Pelabuhan Nusantara Parepare. Untuk mengelabui petugas, para pelaku diduga menyembunyikan narkotika itu dalam kemasan teh yang dirancang menyerupai produk biasa.
Modus tersebut diduga menjadi bagian dari strategi jaringan untuk menghindari pengawasan aparat selama proses pengiriman.
Namun upaya itu gagal setelah personel Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Parepare mencurigai pergerakan para pelaku dan melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya pengiriman sabu berhasil digagalkan pada Senin (1/6/2026).
Hasil pengembangan mengungkap bahwa Kabupaten Pinrang diduga menjadi tujuan awal pengiriman sebelum barang haram tersebut didistribusikan ke sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan lima orang yang diduga memiliki peran berbeda dalam rantai penyelundupan narkotika tersebut.
Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yuda, mengungkapkan bahwa satu orang diduga bertindak sebagai kurir utama yang membawa sabu dari Malaysia, sementara empat lainnya berperan mengawasi dan memastikan proses distribusi berjalan sesuai rencana.
“Sabu seberat 40 kilogram ini dibawa dari Malaysia ke Kota Parepare menggunakan kapal laut oleh saudara F. Tiga orang lainnya merupakan pemantau di dalam kawasan pelabuhan, dan satu orang perempuan masih kami dalami perannya,” ungkap AKBP Indra Waspada Yuda saat press release di Polda Sulawesi Selatan, Rabu (10/6/2026).»
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pengiriman sabu dalam jumlah besar itu diduga dilakukan secara terstruktur dan melibatkan pembagian tugas yang jelas di lapangan.
Para pelaku tidak hanya berfungsi sebagai pengangkut, tetapi juga bertugas memantau situasi, mengawasi pergerakan barang, hingga memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan.
“Dari hasil penyelidikan, sudah dapat kami gambarkan bahwa keempat orang ini memiliki peran dalam membawa dan memantau jalannya distribusi barang ini,” tegas AKBP Indra Waspada Yuda.»
Meski lima orang telah diamankan, penyidik meyakini masih ada pihak lain yang berada di balik layar dan belum tersentuh proses hukum.
Karena itu, fokus penyelidikan kini tidak hanya tertuju pada para kurir dan pemantau di lapangan, tetapi juga mengarah pada sosok yang diduga menjadi pemasok, pengendali, hingga pemodal jaringan tersebut.
Polisi juga menelusuri aliran dana yang diduga terkait dengan aktivitas penyelundupan narkotika lintas negara tersebut.
“Terkait jaringan kelima orang ini, anggota kami di lapangan masih terus melakukan pengembangan, baik dari segi distribusi maupun alur keuangan,” tambahnya.»
Terbongkarnya pengiriman 40 kilogram sabu ini kembali menegaskan bahwa jalur laut masih menjadi salah satu titik rawan yang dimanfaatkan sindikat narkotika internasional untuk memasukkan barang haram ke Indonesia.
Di sisi lain, pengungkapan tersebut menunjukkan bahwa jaringan narkoba kini bekerja semakin rapi, terorganisir, dan menggunakan berbagai modus penyamaran untuk menghindari deteksi aparat.
Kini, setelah puluhan kilogram sabu berhasil diamankan, aparat tengah memburu mata rantai berikutnya. Siapa penerima akhir barang tersebut, siapa yang mengendalikan pergerakan dari balik layar, dan sejauh mana jaringan ini beroperasi di Sulawesi Selatan, menjadi pekerjaan rumah besar yang masih terus dikembangkan penyidik.
Satu hal yang pasti, gagalnya penyelundupan 40 kilogram sabu di Parepare telah memutus salah satu jalur distribusi narkotika terbesar yang berhasil diungkap di Sulawesi Selatan tahun ini. (***)

Tinggalkan Balasan