Granat Makassar Ucapkan Selamat, AKBP Doli Resmi Dipromosikan Jadi Wadirresnarkoba Polda Kalsel
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Wakil Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kota Makassar, Muh. Syahban Munawir, SH, MH, atau yang akrab disapa Awhi, mengucapkan selamat kepada AKBP Doli Martua Tanjung atas jabatan barunya sebagai Wakil Direktur Reserse Narkoba (Wadirresnarkoba) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel).
Ucapan tersebut disampaikan setelah terbitnya Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1336/VI/KEP./2026 tanggal 25 Juni 2026, yang menetapkan AKBP Doli Martua Tanjung dimutasi dari jabatan Kapolres Kotabaru menuju jabatan baru sebagai Wadirresnarkoba Polda Kalsel.
Berdasarkan hasil wawancara tim redaksi matanusantara.co.id, AKBP Doli diketahui telah menjabat Kapolres Kotabaru sejak Juli 2024 dan dinilai memiliki pengalaman panjang dalam penanganan kasus narkotika.
Sebelum dipercaya memimpin Polres Kotabaru, AKBP Doli dikenal luas di Sulawesi Selatan (Sulsel) saat menjabat sebagai Kasat Reserse Narkoba (Kasatresnarkoba) Polrestabes Makassar. Sejumlah pengungkapan kasus narkotika pernah ditanganinya selama bertugas di Kota Makassar.
Awhi menilai promosi jabatan tersebut merupakan bentuk kepercayaan institusi Polri terhadap kapasitas dan rekam jejak AKBP Doli dalam pemberantasan narkoba.
“Beliau punya pengalaman dan kemampuan di bidang narkotika. Kami dari GRANAT Kota Makassar mengucapkan selamat atas amanah jabatan barunya sebagai Wadirresnarkoba Polda Kalsel,” ujar Awhi kepada matanusantara.co.id, Sabtu (27/6/2026).
Ia berharap AKBP Doli tetap konsisten dan tegas dalam memberantas jaringan peredaran narkotika, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan yang juga memiliki tantangan tersendiri dalam penanganan narkoba.
“Peredaran narkotika hari ini menjadi ancaman serius. Kami berharap beliau dapat membawa semangat pemberantasan narkoba yang lebih maksimal dan profesional,” tambahnya.
Dalam mutasi tersebut, jabatan Kapolres Kotabaru yang sebelumnya dipimpin AKBP Doli Martua Tanjung akan diisi oleh AKBP Ade Harri Sistriawan.
Mutasi itu merupakan bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi di tubuh Polri yang dilakukan Kapolri terhadap sejumlah pejabat di berbagai wilayah Indonesia. (***)

Tinggalkan Balasan