MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Deteksi Dini Lewat Tes Urine, Lapas Narkotika Sungguminasa Perkuat Pembinaan dan Wujudkan Lapas Bersih Narkoba

Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa melaksanakan tes urine terhadap warga binaan sebagai bagian dari deteksi dini penyalahgunaan narkotika, penguatan pembinaan, dan peningkatan keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

GOWA, MATANUSANTARA – Komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui pelaksanaan tes urine terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari deteksi dini, penguatan pembinaan, dan peningkatan sistem pengamanan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (23/7/2026) tersebut merupakan agenda pengawasan berkala untuk memastikan seluruh proses pembinaan berjalan dalam lingkungan yang sehat, kondusif, dan mendukung tujuan sistem pemasyarakatan.

Bagi Lapas Narkotika Sungguminasa, tes urine bukan sekadar prosedur pemeriksaan, melainkan instrumen strategis untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan narkotika sejak dini sekaligus memperkuat efektivitas program rehabilitasi dan pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

Melalui deteksi dini, setiap potensi pelanggaran dapat diidentifikasi lebih cepat sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan secara terukur. Upaya tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban sebagai fondasi utama keberhasilan penyelenggaraan pembinaan di dalam lapas.

Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan tidak dapat dipisahkan dari terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.

“Tes urine bukan sekadar kegiatan pemeriksaan, tetapi merupakan bagian dari komitmen kami menjaga integritas lingkungan pemasyarakatan. Lingkungan yang bersih dari narkoba akan menciptakan suasana pembinaan yang lebih kondusif, sekaligus memperkuat aspek pengamanan melalui deteksi dini terhadap potensi pelanggaran. Kami ingin memastikan setiap warga binaan memperoleh kesempatan menjalani proses pembinaan secara maksimal dalam lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” tegas Gunawan.

Menurutnya, penguatan pengamanan dan pembinaan harus berjalan beriringan. Keduanya menjadi pilar utama dalam membentuk warga binaan agar mampu menjalani proses pembinaan secara optimal dan memiliki kesiapan untuk kembali ke masyarakat.

Pelaksanaan tes urine secara berkala juga mencerminkan implementasi prinsip deteksi dini, pencegahan, dan pengawasan berkelanjutan yang menjadi bagian dari strategi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan lapas yang bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Dengan menjaga lingkungan yang steril dari narkoba, Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa berharap seluruh program pembinaan, baik kepribadian maupun kemandirian, dapat berlangsung lebih efektif sehingga tujuan pemasyarakatan untuk membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih disiplin, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat dapat tercapai secara optimal.

Komitmen tersebut sekaligus mempertegas peran Lapas Narkotika Sungguminasa sebagai institusi pemasyarakatan yang tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga terus membangun budaya pembinaan yang berintegritas, humanis, dan berorientasi pada pemulihan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini