MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Bentengi Generasi Emas dari Ancaman Narkoba, Satresnarkoba Polres Luwu Jadikan MPLS Garda Awal Pencegahan

Personel Satresnarkoba Polres Luwu memberikan edukasi bahaya penyalahgunaan narkotika kepada peserta didik baru SMAN 7 Luwu dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (23/7/2026). Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya preventif Polres Luwu membangun generasi muda yang sadar hukum, berkarakter, dan bebas dari ancaman narkoba.

LUWU, MATANUSANTARA — Perang melawan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan operasi penangkapan dan penegakan hukum. Di balik setiap pengungkapan kasus, terdapat tanggung jawab yang jauh lebih besar, yakni menyelamatkan generasi muda sebelum mereka menjadi korban. Berangkat dari semangat itu, Satresnarkoba Polres Luwu memilih memperkuat benteng pencegahan melalui jalur pendidikan.

Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimanfaatkan sebagai pintu masuk menanamkan kesadaran antinarkoba kepada peserta didik baru. Langkah preventif tersebut diwujudkan melalui sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika di SMAN 7 Luwu, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Kamis (23/7/2026).

Mengusung tema “Sadar dari Hal Kecil Sebelum Berdampak Besar, Katakan Tidak pada Narkoba,” kegiatan ini bukan sekadar penyampaian materi, melainkan upaya membangun karakter, keberanian, dan ketahanan generasi muda agar mampu menolak setiap bentuk penyalahgunaan narkotika sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di lingkungan sekolah.

Sosialisasi dipimpin KBO Satresnarkoba Polres Luwu IPDA Melki Pangleon, S.H., M.H., didampingi Brigpol Erwinanto dan Bripda Arif Irfansah, S.H., serta dihadiri Wakil Kepala SMAN 7 Luwu Sudarmi, S.E.

Dalam pemaparannya, personel Satresnarkoba menjelaskan secara komprehensif mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, modus peredaran yang kini mulai menyasar kalangan pelajar, konsekuensi hukum bagi pelaku, hingga dampak sosial, psikologis, dan kesehatan yang dapat menghancurkan masa depan seseorang.

Para siswa juga diajak memahami bahwa ancaman narkoba kerap berawal dari rasa penasaran, tekanan lingkungan pergaulan, hingga tawaran yang tampak sepele. Karena itu, keberanian mengatakan “tidak” menjadi benteng pertama yang harus dimiliki setiap pelajar.

Selain membangun pemahaman, Satresnarkoba Polres Luwu mengajak seluruh peserta didik menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan sekolah bebas narkoba, saling mengingatkan antar teman sebaya, serta berani melapor apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika di sekitarnya.

“Kami ingin para pelajar memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba. Edukasi sejak dini menjadi benteng utama agar mereka mampu menjaga diri, keluarga, dan lingkungannya dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” tegas IPDA Melki Pangleon, dikutip media ini.

Kasat Resnarkoba Polres Luwu IPTU Awaluddin menegaskan bahwa penyelamatan generasi muda harus dimulai dari ruang-ruang pendidikan. Menurutnya, sekolah merupakan tempat paling strategis untuk membangun kesadaran kolektif dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

“Sekolah merupakan tempat yang tepat untuk menanamkan kesadaran sejak dini. Kami berharap para pelajar menjadi agen perubahan yang mampu mengajak teman sebaya menjauhi narkoba, sehingga tercipta generasi Luwu yang sehat, berprestasi, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya diukur dari jumlah barang bukti yang berhasil disita atau banyaknya pelaku yang ditangkap, tetapi juga dari keberhasilan melahirkan generasi yang memiliki daya tahan terhadap pengaruh narkotika.

Di tengah semakin kompleksnya modus peredaran narkoba yang menyasar usia produktif, langkah edukatif seperti ini dinilai menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berintegritas.

Melalui program edukasi yang dilakukan secara berkesinambungan, Polres Luwu berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, keberanian menjaga diri, serta komitmen menjadi pelopor dalam memerangi narkoba demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini