MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Tak Ada yang Kebal dari Pengawasan, Bidpropam Polda Sulsel Periksa Total Seluruh Personel Polres Luwu

Tim Subbid Provos Bidpropam Polda Sulsel melaksanakan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap seluruh personel Polres Luwu, Kamis (23/7/2026). Pemeriksaan meliputi sikap tampang, kelengkapan administrasi, senjata api dinas, hingga tes urine sebagai upaya memperkuat disiplin, profesionalisme, dan integritas anggota Polri.

LUWU, MATANUSANTARA – Tidak ada ruang bagi pelanggaran disiplin di tubuh Kepolisian. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sulawesi Selatan melalui operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) yang menyasar seluruh personel Polres Luwu tanpa terkecuali, Kamis (23/7/2026).

Operasi pengawasan internal itu dipimpin langsung Ketua Tim I Subbid Provos Bidpropam Polda Sulsel, Kompol Andi Herman, dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap personel, mulai dari sikap tampang, kerapian penggunaan pakaian dinas, kelengkapan identitas dan administrasi kendaraan, Surat Izin Mengemudi (SIM), pemeriksaan senjata api dinas beserta gudang penyimpanannya, hingga tes urine bekerja sama dengan Tim Dokkes Bidpropam Polda Sulsel.

Pelaksanaan Gaktibplin turut dihadiri Wakapolres Luwu Kompol Misbahuddin, S.H., yang mewakili Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K., bersama para pejabat utama dan seluruh personel Polres Luwu.

Alih-alih memulai pemeriksaan terhadap anggota, Wakapolres Luwu justru menjadi orang pertama yang berdiri di barisan pemeriksaan. Ia menjalani seluruh tahapan mulai dari pengecekan identitas, sikap tampang, kelengkapan SIM, hingga tes urine secara terbuka di hadapan seluruh personel.

Langkah itu bukan sekadar prosedur, melainkan simbol bahwa penegakan disiplin di lingkungan Polri harus dimulai dari pimpinan dan berlaku sama bagi setiap anggota tanpa melihat pangkat maupun jabatan.

“Mewakili Bapak Kapolres Luwu, kami menyambut baik pelaksanaan Gaktibplin ini sebagai sarana evaluasi dan pembinaan. Disiplin harus dimulai dari diri sendiri dan pimpinan harus menjadi teladan. Dengan personel yang disiplin, profesional, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba maupun pelanggaran lainnya, kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan semakin meningkat,” ujar Kompol Misbahuddin, dikutip media ini.

Ketua Tim I Subbid Provos Bidpropam Polda Sulsel, Kompol Andi Herman, menegaskan bahwa Gaktibplin merupakan instrumen pengawasan internal untuk memastikan setiap anggota tetap berada pada koridor etika profesi dan aturan organisasi.

Menurutnya, menjaga nama baik institusi bukan hanya dilakukan saat mengenakan seragam, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk aktivitas di ruang digital.

“Mari menjadi contoh yang terbaik bagi masyarakat. Selalu saling mengingatkan satu sama lain agar terhindar dari setiap bentuk pelanggaran, baik di dunia nyata maupun melalui media sosial. Disiplin adalah tanggung jawab bersama dan menjadi cerminan profesionalisme anggota Polri,” tegas Kompol Andi Herman.

Sementara itu, Kasi Propam Polres Luwu AKP Mirwan Herlambang menekankan bahwa Gaktibplin tidak dimaksudkan sebagai upaya mencari kesalahan personel, melainkan sebagai proses pembinaan yang berkesinambungan agar budaya disiplin menjadi karakter setiap anggota Polri.

“Gaktibplin bukan semata-mata mencari kesalahan anggota, melainkan sebagai sarana pembinaan agar setiap personel selalu mematuhi aturan, menjaga penampilan, melengkapi administrasi, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran. Disiplin adalah budaya kerja yang harus tertanam dalam diri setiap anggota Polri, sehingga kehadiran kami benar-benar dapat memberikan rasa aman dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan satu pun personel yang terindikasi menyalahgunakan narkotika. Seluruh anggota yang menjalani tes urine dinyatakan negatif.

Meski demikian, tim masih menemukan sejumlah pelanggaran disiplin ringan berupa potongan rambut yang tidak sesuai ketentuan serta penggunaan pakaian dinas yang kurang rapi.

Sebagai bentuk pembinaan langsung, personel yang melakukan pelanggaran diberikan tindakan disiplin di tempat berupa push up, sebagai pengingat agar standar kedisiplinan tetap dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pelaksanaan Gaktibplin melibatkan Tim I Subbid Provos Bidpropam Polda Sulsel yang terdiri atas Kompol Andi Herman, AKP Andi Erwin, IPTU Rais Hibbu, IPTU Dina, AIPTU Ashar, Bripka Pither, Briptu Erwin, Bripda Dihya, dan Bripda Risti, dengan dukungan Tim Dokkes yang terdiri dari IPTU Budi, M.Kes., Bripka Ahmadi Haeruddin, S.E., Bripka Ibnu Malkam, serta Bripda Andi Raihan.

Pengawasan internal seperti ini menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun Polri yang Presisi, di mana disiplin tidak hanya dipahami sebagai kewajiban administratif, tetapi juga fondasi integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini