Heboh! Jatah BBM Petugas Kebersihan Tamalate Diduga Disunat Oknum ASN, Capai 2.700 Liter Tiap Bulan
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Dugaan praktik pemotongan jatah bahan bakar minyak (BBM) operasional armada kebersihan di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, mulai menjadi sorotan. Berdasarkan keterangan sumber internal yang telah lama bekerja di lingkungan kebersihan kecamatan, jumlah BBM yang diduga terpotong disebut mencapai sekitar 2.700 liter setiap bulan.
Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa dugaan pemotongan kupon BBM bukanlah persoalan baru. Praktik tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan terjadi dalam distribusi kupon BBM operasional armada kebersihan.
Menurutnya, setiap armada telah memiliki alokasi BBM yang ditetapkan. Untuk kendaraan roda tiga jenis viar, jatah yang diberikan mencapai 15 lembar kupon atau sekitar 150 liter BBM per bulan. Namun petugas disebut hanya menerima 14 lembar kupon.
Sementara armada mobil pengangkut sampah, baik mobil tangkas maupun tongkang, disebut memperoleh 30 lembar kupon atau sekitar 420 liter BBM per bulan. Akan tetapi, petugas lapangan diduga hanya menerima 28 lembar kupon.
“Seharusnya kalau viar tiap bulan 15 lembar, namun hanya diterima 14 lembar. Kalau armada mobil 30 lembar tapi dipotong dua lembar jadi hanya 28 lembar,” ungkap sumber kepada matanusantara.co.id., Minggu (12/07/2026)
Sumber juga menduga pemotongan tersebut dilakukan oleh oknum ASN berinisial S yang disebut menjabat sebagai penanggung jawab kendaraan sekaligus Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Tamalate.
Berdasarkan hasil penelusuran, jumlah armada kebersihan yang beroperasi di Kecamatan Tamalate tergolong besar. Tercatat sekitar 130 unit viar aktif dan sekitar 50 unit armada mobil yang tersebar di 11 kelurahan.
“Saat ini viar kurang lebih 130 aktif. Untuk mobil kalau tidak salah kurang lebih 50 unit,” beber sumber.
Berdasarkan keterangan sumber tersebut, setiap unit viar diduga mengalami pengurangan satu kupon BBM setiap bulan. Dengan jumlah armada sekitar 130 unit dan nilai satu kupon setara 10 liter BBM, maka dugaan pemotongan mencapai sekitar 1.300 liter BBM per bulan.
Sementara armada mobil diduga mengalami pengurangan dua kupon BBM setiap bulan. Dengan jumlah armada sekitar 50 unit dan nilai satu kupon setara 14 liter BBM, maka jumlah BBM yang diduga terpotong mencapai sekitar 1.400 liter per bulan.
Jika digabungkan, total dugaan pemotongan BBM mencapai sekitar 2.700 liter setiap bulan.
Perhitungan tersebut merupakan estimasi berdasarkan keterangan sumber mengenai jumlah armada dan besaran kupon yang diduga dipotong. Angka tersebut belum dapat dikategorikan sebagai kerugian negara dan masih memerlukan pembuktian melalui audit serta pemeriksaan resmi oleh instansi berwenang.
Dikonfirmasi terkait tudingan tersebut, Kasi Kebersihan Kecamatan Tamalate, Samsuddin Tjallo, membantah adanya pemotongan kupon BBM.
Ia membenarkan bahwa distribusi kupon BBM berada di bawah pengawasannya sesuai arahan hasil pemeriksaan sebelumnya.
“Jadi saya pegang BBM sesuai arahan dari badan pemeriksa keuangan baru sekitar dua tahun dan Alhamdulillah tidak ada potongan karena ada daftar terima kuponnya, Pak,” katanya kepada awak media, Senin (27/07)
Sementara itu, Camat Tamalate Aril Abe mengaku telah beberapa kali menelusuri informasi serupa. Namun, menurutnya, tidak ada petugas kebersihan yang bersedia memberikan keterangan secara terbuka.
“Saya sering tanyakan ini ke satgas mengenai pemotongan BBM tapi tidak ada yang pernah mengaku. Kalau memang dia terbukti selama ini melakukan, lebih bagus secepatnya. Hal ini juga sudah sering saya tanyakan ke yang bersangkutan,” ujarnya, Selasa (28/07)
Aril juga mempersilakan pihak yang memiliki bukti untuk melaporkannya kepada Inspektorat maupun aparat penegak hukum.
“Silakan saja konfirmasi ke kasi kebersihan kalau bapak anggap ada permainan terkait penggunaan BBM. Saya sudah pernah konfirmasi ke sopir dan operator viar terkait BBM ini, mereka tidak ada yang mengaku dipotong. Tapi kalau seandainya bapak punya bukti, saya sarankan lebih baik langsung laporkan yang bersangkutan,” tegasnya.
Munculnya dugaan ini menjadi perhatian publik karena BBM operasional armada kebersihan bersumber dari anggaran pemerintah yang diperuntukkan bagi pelayanan masyarakat.
Apabila terbukti terjadi pemotongan kupon BBM, maka praktik tersebut tidak hanya berpotensi merugikan keuangan daerah, tetapi juga dapat memengaruhi efektivitas operasional armada pengangkut sampah di wilayah Kecamatan Tamalate.
Karena itu, sejumlah pihak mendorong dilakukan audit menyeluruh terhadap tata kelola distribusi kupon BBM, mulai dari proses pengadaan, pendistribusian hingga penggunaannya di lapangan.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (***)
- Armada Kebersihan
- ASN Makassar
- Audit BBM
- BBM subsidi
- Distribusi BBM
- Dugaan Pemotongan BBM
- investigasi matanusantara
- Kecamatan Tamalate
- Kupon BBM
- Makassar
- Matanusantara.co.id
- Mobil Sampah
- Operasional Kebersihan
- Pelayanan Publik
- Pemerintah Kecamatan Tamalate
- Persampahan Makassar
- Petugas Kebersihan
- Sulawesi Selatan
- Tamalate
- Viar

Tinggalkan Balasan