Kalapas Narkotika Sungguminasa Serap Inovasi, Dukung Transformasi Pemasyarakatan Nasional
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Kunjungan kerja Staf Ahli Menteri dan Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di Kota Makassar menjadi momentum strategis bagi jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Imigrasi untuk memperkuat reformasi birokrasi serta mempercepat transformasi layanan publik yang lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Dalam agenda tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, turut hadir bersama para Kepala UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi se-Kota Makassar untuk mengikuti rangkaian koordinasi, evaluasi, serta peninjauan lapangan yang difokuskan pada penguatan tata kelola organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kegiatan yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan Mulyadi, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Selatan, Staf Ahli Menteri dan Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan tersebut menjadi forum penting dalam menyelaraskan arah kebijakan pusat dengan implementasi di tingkat satuan kerja.
Rangkaian kunjungan diawali di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar dengan pembahasan berbagai strategi penguatan reformasi birokrasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, digitalisasi layanan, hingga optimalisasi tata kelola kelembagaan yang adaptif terhadap tuntutan masyarakat modern.
Tim kemudian melakukan peninjauan langsung terhadap layanan keimigrasian untuk memastikan seluruh proses pelayanan berjalan efektif, transparan, cepat, dan sesuai standar pelayanan publik yang ditetapkan pemerintah.
Kunjungan berlanjut ke Lapas Kelas I Makassar dan Rumah Tahanan Negara Kelas I Makassar. Pada dua UPT Pemasyarakatan tersebut, rombongan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, mulai dari aspek pembinaan warga binaan, penguatan keamanan dan ketertiban, pengelolaan sarana-prasarana, hingga inovasi layanan yang mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan.
Bagi Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi ruang pembelajaran sekaligus sarana mengidentifikasi berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan di sejumlah UPT. Pengalaman tersebut dinilai penting untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan dan tata kelola organisasi di lingkungan Lapas Narkotika Sungguminasa.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, menegaskan bahwa arahan dan masukan yang diperoleh selama kunjungan kerja akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam menyusun langkah-langkah perbaikan berkelanjutan.
“Kunjungan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami di Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa. Selain menerima arahan dari Staf Ahli Menteri, kami juga memperoleh kesempatan melakukan studi tiru terhadap berbagai inovasi dan praktik baik yang diterapkan di UPT lain. Tentu hal-hal positif tersebut akan kami jadikan referensi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, serta tata kelola di Lapas Narkotika Sungguminasa. Apa yang menjadi atensi dan arahan pimpinan akan segera kami tindak lanjuti dan laksanakan sebagai bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan yang semakin baik,” tegasnya, dikutip media ini.
Menurutnya, tantangan pemasyarakatan saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek pengamanan, tetapi juga bagaimana menghadirkan sistem pembinaan yang efektif, humanis, dan mampu menghasilkan warga binaan yang siap kembali ke masyarakat. Karena itu, inovasi layanan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari transformasi yang terus didorong.
Kunjungan kerja Staf Ahli Menteri dan Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan tersebut juga memperlihatkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan seluruh UPT mampu menjalankan tugas dan fungsi secara optimal, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang memenuhi prinsip good governance.
Melalui penguatan koordinasi, evaluasi lapangan, dan pertukaran praktik terbaik antar-UPT, diharapkan seluruh jajaran Pemasyarakatan, termasuk Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, semakin siap menjawab tantangan organisasi ke depan serta memperkuat perannya dalam mendukung program transformasi Pemasyarakatan yang berkelanjutan di Indonesia. (**)

Tinggalkan Balasan