Awali Tugas dengan ‘Kulonuwun’ kepada Ulama, Kapolres Luwu Mohon Doa dan Bimbingan Menjaga Amanah Rakyat
LUWU, MATANUSANTARA — Di tengah tuntutan tugas kepolisian yang semakin kompleks, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., memilih memulai pengabdiannya dengan langkah yang sarat makna. Bukan melalui seremoni besar atau agenda formal semata, melainkan dengan mendatangi para ulama untuk menyampaikan “kulonuwun” ungkapan penghormatan dalam budaya Jawa yang bermakna memohon izin, restu, dan nasihat kepada para sesepuh.
Langkah itu diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Modern Nur El-Haq di Desa Komba, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Jumat (7/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi simbol bahwa menjaga keamanan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kewenangan negara, tetapi juga membutuhkan kekuatan moral dan spiritual yang tumbuh dari para ulama serta tokoh masyarakat.
Kapolres didampingi Kasat Binmas Polres Luwu AKP Petrus Sandalle, S.AN., Kasat Intelkam Polres Luwu AKP Sumarre Usman, S.Sos., dan Kapolsek Larompong AKP Hasdin, S.Sos., M.H. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Ketua Pondok Pesantren Modern Nur El-Haq, Ustaz H. M. Anang Ismail, bersama para pengurus dan santri.
Dalam suasana sederhana namun penuh kekhidmatan, AKBP Andrias memperkenalkan diri sebagai pejabat baru yang mendapat amanah memimpin Polres Luwu. Namun, yang paling menarik perhatian adalah kerendahan hati yang ditunjukkannya saat secara terbuka meminta arahan dan nasihat dari para ulama.
“Saya datang bersilaturahmi sekaligus memohon izin atau, dalam istilah Jawa, kulonuwun, kepada para sesepuh dan tokoh agama di Kabupaten Luwu. Mohon kiranya saya diberikan bimbingan, arahan, nasihat, serta masukan selama memimpin Polres Luwu. Kami menyadari bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, khususnya para ulama yang menjadi penyejuk dan panutan umat,” ujar AKBP Andrias.
Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan kepemimpinan yang menempatkan ulama bukan sekadar mitra formal, melainkan bagian penting dalam menjaga harmoni sosial dan stabilitas daerah. Di tengah derasnya arus informasi, tantangan keamanan digital, hingga potensi konflik sosial, peran tokoh agama dinilai semakin strategis sebagai penjaga nilai, perekat persatuan, dan penuntun moral masyarakat.
Kapolres menegaskan bahwa keberhasilan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif tidak mungkin dicapai oleh institusi kepolisian seorang diri. Karena itu, dirinya berkomitmen membuka ruang dialog dan komunikasi yang luas dengan para ulama, tokoh masyarakat, akademisi, pemuda, serta seluruh elemen warga Kabupaten Luwu.
Bagi AKBP Andrias, keamanan yang sesungguhnya bukan hanya diukur dari rendahnya angka kriminalitas, tetapi juga dari terjaganya kerukunan, rasa keadilan, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Sementara itu, Ketua Pondok Pesantren Modern Nur El-Haq, Ustaz H. M. Anang Ismail, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai langkah Kapolres mendatangi ulama pada awal masa tugas merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal sekaligus cerminan kepemimpinan yang mengedepankan kebersamaan.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Kapolres Luwu. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam mengemban amanah. Pesan kami, bekerjalah dengan penuh keikhlasan, karena jabatan adalah amanah yang dipertanggungjawabkan bukan hanya kepada negara, tetapi juga kepada Allah SWT. Semoga setiap langkah yang diambil selalu berpihak pada kepentingan umat, bangsa, dan negara serta membawa keberkahan bagi Kabupaten Luwu,” tuturnya.
Menurut Ustaz Anang, hubungan harmonis antara aparat keamanan dan ulama merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga persatuan masyarakat. Ketika komunikasi terjalin baik, berbagai persoalan sosial dapat diselesaikan dengan pendekatan yang lebih bijak, sejuk, dan mengedepankan kemaslahatan bersama.
Silaturahmi tersebut tidak hanya menjadi agenda perkenalan pejabat baru, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi antara ulama dan umara dalam menjaga daerah. Di Kabupaten Luwu yang dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai budaya, sinergi keduanya diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan keamanan yang berkeadilan, pembangunan yang berkelanjutan, serta kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Di tengah berbagai tantangan zaman, langkah seorang Kapolres yang memilih mengetuk pintu pesantren dan meminta bimbingan para ulama menjadi pengingat bahwa kekuatan kepemimpinan tidak hanya lahir dari kewenangan, tetapi juga dari kerendahan hati untuk mendengar, belajar, dan merangkul seluruh elemen masyarakat demi menjaga amanah rakyat dan negeri. (***)
- AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo
- berita luwu
- Kabupaten Luwu
- Kamtibmas
- Kapolres Luwu
- Kapolsek Larompong
- Kasat Binmas Polres Luwu
- Kasat Intelkam Polres Luwu
- Larompong
- Matanusantara News
- Pesantren Modern Nur El-Haq
- Polres Luwu
- polri presisi
- Pondok Pesantren Nur El-Haq
- Silaturahmi Kapolres
- Sinergi Ulama dan Umara.
- Sulawesi Selatan
- Tokoh Agama
- Ulama Luwu
- Ustaz H. M. Anang Ismail

Tinggalkan Balasan