MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Merdeka untuk Berubah, Lapas Narkotika Sungguminasa Jadikan Olahraga Sarana Pembinaan Karakter

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, membuka secara resmi rangkaian perlombaan olahraga dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (11/8/2026).

GOWA, MATANUSANTARA — Kemerdekaan bukan hanya dirayakan di lapangan terbuka, kantor pemerintahan, atau ruang-ruang publik. Di balik tembok pembinaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, semangat merah putih juga berkibar melalui kebersamaan, sportivitas, dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lapas Narkotika Sungguminasa menggelar rangkaian perlombaan olahraga yang melibatkan petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan yang berlangsung pada 11 hingga 15 Agustus 2026 itu dibuka langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, Selasa (11/8/2026).

Tiga cabang olahraga dipertandingkan dalam ajang tersebut, yakni futsal, bola voli, dan tenis meja. Namun lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan yang menanamkan nilai disiplin, kerja sama, sportivitas, serta memperkuat hubungan sosial yang sehat antara petugas dan warga binaan.

Sorak-sorai peserta dan pendukung mewarnai pembukaan perlombaan. Tidak ada sekat yang membatasi interaksi dalam arena pertandingan. Petugas dan warga binaan berdiri pada posisi yang sama sebagai peserta yang menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.

Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Sungguminasa, Gunawan, menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus mampu dirasakan oleh seluruh insan pemasyarakatan, termasuk mereka yang sedang menjalani proses pembinaan.

“Yang paling penting bukan siapa yang menang atau kalah. Kita ingin bersama-sama merasakan semangat kemerdekaan, berolahraga, bergembira, dan mempererat silaturahmi antara petugas dan warga binaan,” ujar Gunawan.

Menurutnya, olahraga merupakan instrumen pembinaan yang efektif karena mampu membangun karakter, mengelola emosi, meningkatkan kesehatan fisik, serta menumbuhkan optimisme bagi warga binaan dalam menjalani proses perubahan diri.

“Di lapangan kita boleh berkompetisi, tetapi kita tetap satu keluarga. Pada akhirnya, semuanya adalah pemenang. Kita semua merdeka untuk menjadi lebih baik, merdeka untuk berkarya, merdeka untuk menjaga kesehatan, dan merdeka untuk terus memperbaiki diri,” tegasnya.

Momentum peringatan kemerdekaan tahun ini juga menjadi refleksi bahwa sistem pemasyarakatan modern tidak lagi hanya berorientasi pada aspek pengamanan semata, melainkan juga menempatkan pembinaan manusia sebagai prioritas utama. Warga binaan diberikan ruang untuk berkembang, berinteraksi secara positif, serta mempersiapkan diri kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat.

Melalui olahraga, warga binaan diajak membangun mental kompetitif yang sehat, menghargai aturan, menerima kemenangan maupun kekalahan dengan lapang dada, serta memperkuat semangat persaudaraan. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam proses reintegrasi sosial setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapas Narkotika Sungguminasa menjadi bukti bahwa kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar seremoni. Kemerdekaan adalah kesempatan untuk berubah, memperbaiki diri, dan menata masa depan yang lebih baik.

Dari balik jeruji, semangat itu tetap hidup. Menyala dalam setiap pertandingan, tumbuh dalam setiap kebersamaan, dan menjadi harapan bagi setiap warga binaan untuk bangkit, pulih, serta kembali berkontribusi bagi bangsa dan negara. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini