Rangkul Ulama, Kapolres Maros Bangun Sinergi Strategis untuk Menjaga Stabilitas Daerah
MAROS, MATANUSANTARA — Di tengah kompleksitas tantangan sosial yang terus berkembang, penguatan kolaborasi antara aparat keamanan dan tokoh agama menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah. Berangkat dari semangat tersebut, Kapolres Maros AKBP Devi Sujana, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Maros melakukan silaturahmi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Maros, Jumat (15/8/2026).
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Maros, K.H. Syamsul Kholik, beserta para kiai dan tokoh agama. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan, mencerminkan eratnya hubungan antara institusi kepolisian dan para pemuka agama yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menjaga ketenteraman masyarakat.
Lebih dari sekadar agenda silaturahmi, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog yang sarat makna. Di dalamnya terbangun komunikasi dua arah mengenai kondisi sosial masyarakat, tantangan kamtibmas, hingga pentingnya memperkuat nilai-nilai moderasi, persatuan, dan toleransi di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kapolres Maros AKBP Devi Sujana menegaskan bahwa ulama memiliki posisi yang sangat strategis sebagai penjaga moralitas publik sekaligus perekat harmoni sosial. Karena itu, menurutnya, keberhasilan menciptakan keamanan dan ketertiban tidak dapat dilepaskan dari dukungan para tokoh agama yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
“Kami memohon doa, dukungan, dan masukan dari para kiai serta tokoh agama agar Polres Maros senantiasa mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Maros,” ujar AKBP Devi Sujana.
Perwira menengah Polri itu juga menekankan bahwa pendekatan keamanan modern tidak hanya bertumpu pada aspek penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan kolaborasi sosial, pencegahan dini, dan pembangunan kesadaran kolektif masyarakat. Dalam konteks itulah, kehadiran ulama menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan sosial sekaligus meredam potensi konflik sejak dini.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Maros, K.H. Syamsul Kholik, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Maros yang terus membuka ruang komunikasi dengan para tokoh agama. Menurutnya, sinergi antara ulama dan aparat keamanan merupakan kebutuhan strategis yang harus terus dipelihara demi menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat.
Ia menilai bahwa keamanan yang kokoh tidak hanya lahir dari kekuatan hukum, tetapi juga tumbuh dari kesadaran moral, semangat kebersamaan, serta kepercayaan publik terhadap institusi negara.
“Hubungan yang baik antara ulama dan kepolisian akan menjadi kekuatan besar dalam menjaga persatuan umat, memperkuat kerukunan masyarakat, dan menciptakan suasana yang aman serta harmonis,” ungkapnya.
Silaturahmi tersebut sekaligus menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Ketika ulama dan kepolisian berjalan beriringan, maka ruang-ruang dialog akan semakin terbuka, potensi gesekan sosial dapat diminimalisasi, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara akan semakin menguat.
Melalui penguatan kemitraan ini, Polres Maros dan MUI Kabupaten Maros berharap dapat terus menghadirkan solusi yang menyejukkan bagi setiap persoalan masyarakat, sekaligus merawat iklim sosial yang aman, damai, dan kondusif sebagai modal utama pembangunan daerah. (**)

Tinggalkan Balasan