Dari Ketahanan Pangan hingga PETI, Kapolres dan Bupati Luwu Perkuat Barisan Hadapi Tantangan Daerah
LUWU, MATANUSANTARA — Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari ancaman musim kemarau panjang, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ketahanan pangan, hingga dugaan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI), sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
Kesadaran itulah yang mewarnai pertemuan antara Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si. dan Bupati Luwu H. Patahudding di ruang kerja Bupati Luwu, Belopa, Jumat (14/8/2026).
Pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial pasca pergantian pimpinan kepolisian di Kabupaten Luwu. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah, menyamakan persepsi, serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi stabilitas daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai kunjungan resmi perdana sejak menjabat Kapolres Luwu, silaturahmi itu berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi.
Menjaga Luwu di Tengah Ancaman El Nino
Dalam dialog yang berlangsung, Bupati Luwu H. Patahudding memaparkan kondisi terkini Kabupaten Luwu yang sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Karena itu, perubahan cuaca akibat fenomena El Nino menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Musim kemarau yang berkepanjangan tidak hanya mengancam produktivitas pertanian, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Kondisi tersebut dinilai membutuhkan langkah antisipasi yang terintegrasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi teknis, serta partisipasi aktif masyarakat.
Dalam konteks itulah sinergi antara Polres Luwu dan Pemerintah Kabupaten Luwu dipandang semakin penting untuk memastikan berbagai potensi gangguan dapat dicegah sejak dini.
Ketahanan Pangan dan PETI Jadi Perhatian Bersama
Selain membahas sektor pertanian dan dampak perubahan iklim, pertemuan tersebut juga menyoroti sejumlah isu strategis lainnya yang tengah menjadi perhatian publik.
Salah satunya adalah persoalan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga terjadi di wilayah Kecamatan Bajo Barat.
Aktivitas pertambangan ilegal tidak hanya berpotensi merusak lingkungan dan ekosistem, tetapi juga dapat memicu persoalan sosial, ekonomi, hingga gangguan keamanan apabila tidak ditangani secara komprehensif.
Di sisi lain, isu ketahanan pangan juga menjadi topik penting dalam pertemuan tersebut. Ketersediaan dan stabilitas harga beras dinilai memiliki pengaruh langsung terhadap kondisi sosial masyarakat, sehingga memerlukan perhatian dan pengawasan bersama.
Bupati Luwu menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, termasuk kepolisian, dalam menjaga stabilitas daerah.
“Pemerintah daerah tentu membutuhkan sinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan kondisi masyarakat dan lingkungan. Kita berharap komunikasi dan koordinasi ini terus terjalin dengan baik,” ujar H. Patahudding.
Kapolres: Keamanan dan Pembangunan Harus Berjalan Beriringan
Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo menegaskan bahwa keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan pembangunan daerah.
Menurutnya, keberhasilan menjaga situasi kamtibmas tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen, termasuk pemerintah daerah.
Karena itu, Polres Luwu berkomitmen membangun komunikasi yang kuat, terbuka, dan berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Luwu.
“Silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Polres Luwu dengan Pemerintah Kabupaten Luwu. Kami siap bersinergi dalam menangani berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat, menjaga stabilitas kamtibmas, serta mendukung program pemerintah daerah,” ungkap AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo.
Kapolres menambahkan, pendekatan preventif dan kolaboratif akan terus dikedepankan dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul di tengah masyarakat.
Menurutnya, penyelesaian persoalan daerah memerlukan keterlibatan seluruh pihak agar kebijakan dan langkah yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan. Setiap persoalan di masyarakat tentu membutuhkan kerja sama semua pihak agar dapat ditangani secara tepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Fondasi Kemitraan untuk Masa Depan Luwu
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kasat Intelkam Polres Luwu AKP Sumarre Usman dan Kasat Binmas AKP Petrus Sandalle.
Meski berlangsung sederhana, pertemuan itu menyimpan pesan penting tentang arah hubungan kelembagaan antara Polres Luwu dan Pemerintah Kabupaten Luwu ke depan.
Di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan yang semakin kompleks, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas daerah.
Silaturahmi tersebut sekaligus menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan hasil dari kerja kolektif seluruh elemen daerah. Ketika pemerintah dan kepolisian berjalan dalam satu irama, ruang untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, menjaga ketahanan pangan, melindungi lingkungan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat akan semakin terbuka.
Pertemuan perdana itu pun menjadi fondasi awal bagi terbangunnya kemitraan strategis yang lebih kuat antara Polres Luwu dan Pemerintah Kabupaten Luwu dalam mengawal pembangunan serta menjaga masa depan daerah yang aman, produktif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan