MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Diduga Suruhan Owner!! Postingan Sorotan Warung Sari Laut H. Slamet Diminta Takedown, Siapakah Dia?

Ilustrasi tangkapan layar percakapan direct message Instagram. Dalam percakapan tersebut, terlihat seseorang meminta admin akun untuk men-takedown (menurunkan) postingan pemberitaan. Postingan yang dimaksud nampaknya adalah berita mengenai keluhan konsumen tentang ikan mujair yang beraroma lumpur di Rumah Makan Sari Laut H. Slamet, Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo, Kota Makassar. (Dok/Spesial/AI Gemini/Matanusantara).

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Polemik Warung Sari Laut H. Slamet yang terletak di Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, kian memanas. Setelah keluhan konsumen terkait ikan mujair yang disebut memiliki aroma lumpur menjadi perbincangan di media sosial, muncul fakta lain yang tak kalah menarik perhatian.

Sebuah akun media sosial diduga meminta admin untuk menurunkan atau melakukan takedown terhadap postingan pemberitaan mengenai Sari Laut H. Slamet.

Permintaan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah publik. Apalagi, akun yang meminta takedown sebelumnya terlihat memberikan pembelaan terhadap rumah makan yang tengah menjadi sorotan.

Pantauan Matanusantara.co.id, Selasa (18/8/2026), akun @dailyoffira terlihat memberikan komentar pada unggahan terkait pemberitaan Sari Laut H. Slamet.

Akun tersebut mengaku kerap makan di rumah makan tersebut dan menilai menu yang disajikan memiliki cita rasa yang baik.

@sarilaut_h.slamet andalan ini sering makan disini, menu” nya semua enak” apalagi banyak macam sambelnya,” tulis @dailyoffira, dikutip media ini.

Tak berhenti di situ, akun tersebut juga mempertanyakan pemberitaan yang dinilainya dapat merugikan usaha.

Heran deh sama orang” sampai segini nya menjatuhkan usaha orang, mirisss dehhhh,” tulisnya.

Namun, perhatian publik kemudian tertuju pada tangkapan layar percakapan yang menunjukkan adanya permintaan kepada admin agar postingan tersebut diturunkan.

Halo kak boleh postingan ini di take down?” tulis akun @dailyoffira kepada admin.

Dari rangkaian komentar dan permintaan tersebut, muncul dugaan di kalangan publik bahwa akun tersebut memiliki kedekatan atau hubungan tertentu dengan pihak usaha.

Namun, sampai saat ini belum ada bukti yang dapat memastikan bahwa permintaan takedown tersebut merupakan perintah atau suruhan langsung dari pemilik atau pengelola Rumah Makan Sari Laut H. Slamet.

Karena itu, dugaan tersebut masih membutuhkan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Publik Bertanya-tanya: Ada Apa di Balik Permintaan Takedown?

Kemunculan permintaan takedown di tengah polemik membuat persoalan ini berkembang.

Publik tidak hanya mempertanyakan kualitas makanan yang sebelumnya dikeluhkan konsumen, tetapi juga mempertanyakan alasan sebuah unggahan pemberitaan diminta untuk diturunkan.

Apakah permintaan tersebut murni inisiatif pribadi pemilik akun?

Ataukah ada komunikasi tertentu dengan pihak Rumah Makan Sari Laut H. Slamet?

Pertanyaan tersebut hingga kini belum memperoleh jawaban.

Matanusantara.co.id juga tidak menyimpulkan bahwa pihak owner atau manajemen rumah makan berada di balik permintaan tersebut. Redaksi menempatkan informasi tersebut sebagai dugaan yang masih menunggu klarifikasi.

@dailyoffira Dimintai Klarifikasi

Untuk memastikan konteks di balik permintaan takedown tersebut, redaksi Matanusantara.co.id telah berupaya meminta klarifikasi kepada pemilik akun Instagram @dailyoffira melalui pesan langsung atau Direct Message (DM) Instagram.

Redaksi meminta penjelasan mengenai alasan permintaan takedown serta apakah terdapat komunikasi atau permintaan dari pihak pemilik maupun pengelola Warung Sari Laut H. Slamet.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pesan klarifikasi yang dikirimkan redaksi kepada akun @dailyoffira belum mendapat respons.

Dengan demikian, belum dapat dipastikan apakah permintaan takedown tersebut merupakan inisiatif pribadi pemilik akun atau berkaitan dengan komunikasi tertentu dengan pihak Warung Sari Laut H. Slamet.

Ada Netizen Mengaku Alami Hal Serupa

Di tengah polemik tersebut, muncul pula komentar netizen lain yang mengaku pernah mengalami pengalaman serupa.

Pemilik akun @nuralimalwi menulis bahwa dirinya pernah makan di rumah makan tersebut dan mengaku kecewa dengan kondisi ikan yang disantap.

“Kemarin sore saya makan disitu, ikannya sangat sangat TDK enak dan TDK segar rasanya pengen muntah ini fakta!!! maaf bukan bermaksud menjelekkan atau menjatuhkan tapi itu faktanya semoga kedepannya lebih di perhatikan lagi terimakasih,” tulisnya.

Sementara itu, akun @cali_ajdd memberikan pandangan berbeda dan membela rumah makan tersebut.

“satu dua ini dengan @teropongmakassar uplod yang tidak masuk akal, nassami tolo ikan mujair bau tanah karna hidup di air tawar cobako pesan ikan laut atau bebek gorengnya HJ SLAMET, ANDALANKU ITU,” tulisnya.

Beragam komentar tersebut menunjukkan bahwa polemik Sari Laut H. Slamet telah berkembang menjadi perdebatan terbuka di media sosial.

Keluhan Konsumen Belum Mendapat Klarifikasi

Sebelumnya, keluhan bermula pada Jumat dini hari, 14 Agustus 2026.

Konsumen berinisial AT bersama tiga rekannya memesan sejumlah menu makanan dan minuman, termasuk dua ekor ikan mujair.

Menurut keterangan AT kepada Matanusantara.co.id, salah satu ikan yang disajikan memiliki aroma lumpur yang cukup kuat sehingga mengganggu kenyamanan saat dikonsumsi.

“Setelah kami menyampaikan keluhan, awalnya ada kesan bahwa ikan tersebut akan diperiksa. Namun setelah dibawa ke bagian dapur, ikan kembali disajikan ke meja kami. Saat itu kami mendapat penjelasan bahwa aroma tersebut dianggap wajar. Karena itu kami merasa keluhan kami belum mendapatkan respons yang kami harapkan,” ujar AT.

ED yang turut berada di lokasi mengatakan persoalan tersebut bukan semata mengenai nominal pembayaran.

“Ikan tersebut akhirnya tidak kami konsumsi karena aromanya cukup mengganggu. Setelah selesai makan, kami kembali menyampaikan keberatan kepada pihak rumah makan. Saat itu sempat ada pembicaraan mengenai pengurangan harga, tetapi bagi kami yang lebih penting adalah bagaimana keluhan pelanggan ditindaklanjuti dengan baik,” kata ED.

Berdasarkan struk pembayaran yang diperlihatkan kepada redaksi, rombongan tersebut melakukan transaksi sebesar Rp390.000.

Redaksi Sudah Berupaya Konfirmasi

Untuk memastikan keberimbangan pemberitaan, redaksi Matanusantara.co.id telah berupaya menghubungi pihak Rumah Makan Sari Laut H. Slamet melalui nomor WhatsApp yang tercantum pada kartu nama usaha tersebut.

Kontak awal sempat mendapat respons pada Minggu (16/8/2026). “Iya kaka, Kenapa Kak,” demikian jawaban singkat pihak yang merespons ketika redaksi memperkenalkan diri.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak Rumah Makan Sari Laut H. Slamet belum memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai keluhan konsumen maupun dugaan permintaan takedown tersebut.

Redaksi menegaskan bahwa permintaan takedown dari akun @dailyoffira tidak secara otomatis dapat disimpulkan sebagai perintah dari owner atau manajemen Rumah Makan Sari Laut H. Slamet. Hubungan maupun motif di balik permintaan tersebut masih memerlukan klarifikasi.

Matanusantara.co.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak Rumah Makan Sari Laut H. Slamet sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini