Misteri Kematian Rafli Didalami Propam, Polda Sulsel Ungkap Fakta Baru Tawuran di Almarkaz
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Misteri kematian Rafli dalam tawuran antarkelompok di di kawasan Lorong Almarkaz, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu sekitar pukul 02.00 WITA. masih didalami aparat kepolisian.
Rafli meninggal dunia setelah mengalami luka pada bagian punggung kiri yang diduga menyerupai bekas tembakan. Untuk memastikan penyebab kematiannya, korban menjalani pemeriksaan dan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Berdasarkan keterangan resmi Polda Sulsel, peristiwa tersebut bermula dari laporan pertikaian antarkelompok sekitar pukul 02.50 Wita.
Lima personel Polsek Tallo yang dipimpin Ipda A. Syahrir kemudian mendatangi lokasi. Namun, personel disebut mendapat serangan menggunakan batu dan busur.
“Pada saat mendatangi TKP, dari kelima personel ini diserang dengan menggunakan batu dan juga menggunakan busur,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto kepada wartawan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Minggu (27/9).
Dalam situasi tersebut, salah seorang personel melepaskan tembakan peringatan. Massa kemudian membubarkan diri.
Namun, sekitar pukul 04.50 Wita, polisi mendapat informasi adanya korban. Rafli sebelumnya telah dibawa warga ke Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari.
Didik mengatakan, hasil otopsi nantinya akan menentukan penyebab pasti kematian korban.
“Jadi dari otopsi inilah nanti akan kita ketahui apa penyebab kematian dari korban,” jelasnya.
Selain otopsi, personel yang berada di lokasi juga diperiksa Propam dan Itwasda Polda Sulsel untuk mengusut rangkaian kejadian serta penggunaan senjata.
“Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui rangkaian kejadian, termasuk memastikan siapa yang melakukan tindakan serta senjata atau alat yang digunakan dan apakah penggunaan senjata tersebut telah sesuai SOP,” jelas Didik.
Ditempat yang sama, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana menegaskan, proses hukum akan dilakukan terhadap siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana.
“Kalaupun ada tindakan pidana yang ada, tentu kita akan tindak secara tegas,” tegasnya.
Sementara Hasrullah, keluarga korban berharap proses penyelidikan dapat menghasilkan keterangan yang terbaik mengenai kejadian yang menewaskan Rafli.
“Setelah kasus ini, akan saya serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Bagi Bapak-bapak semua hasilnya, apa pun itu, apa pun kejadiannya, saya serahkan sama Bapak. Insyaallah, tapi saya mau ingin hasil yang terbaik,” katanya.
Sebelumnya beritakan, Kapolsek Bontoala Kompol Abdul Samad membantah isu yang menyebut anggotanya terlibat dalam penembakan Rafli.
“Tidak ada. Tidak ada. Itu tidak benar isunya,” tegas Abdul Samad kepada Matanusantara.co.id.
Menurutnya, saat kejadian personel Polsek Bontoala berada di Jalan Bandang dan Jalan Bawakaraeng, bukan di lokasi Rafli dilaporkan terkena tembakan.
“Tidak ada. Iya, saya jamin,” katanya.
Abdul Samad juga menyebut dugaan penembakan tersebut telah ditangani Propam.
“Sudah. Sudah semua,” ujarnya.
Di sisi lain, keluarga Rafli berharap proses penyelidikan dapat mengungkap secara terang penyebab kematian korban dan memberikan kepastian mengenai peristiwa yang terjadi.
“Setelah kasus ini, akan saya serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Bagi Bapak-bapak semua hasilnya, apa pun itu, apa pun kejadiannya, saya serahkan sama Bapak. Insyaallah, tapi saya mau ingin hasil yang terbaik,” kata Hasrullah, keluarga korban.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kematian Rafli masih menunggu hasil otopsi dan pemeriksaan Propam serta Itwasda Polda Sulsel. (***).

Tinggalkan Balasan