Kejati Sulsel Tembus Peringkat 1 Nasional, Intelijen Konsisten Juara Enam Bulan Berturut-turut
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan kembali mencatatkan capaian di tingkat nasional. Bidang Intelijen Kejati Sulsel meraih Peringkat 1 Kategori Capaian Kinerja Bidang Intelijen se-Kejaksaan Republik Indonesia dalam evaluasi kinerja Semester I Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam penutupan Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Semester I Kejaksaan RI Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Asisten Intelijen Kejati Sulsel, Ferizal, hadir mewakili Kejati Sulsel untuk menerima penghargaan yang diserahkan oleh Plt. Sesjamintel, Sarjono Turin.
Capaian ini menjadi sorotan karena bukan sekadar keberhasilan pada evaluasi akhir semester. Berdasarkan hasil penilaian bulanan, Bidang Intelijen Kejati Sulsel disebut mempertahankan peringkat pertama sejak Januari hingga Juni 2026.
Konsistensi tersebut memperlihatkan bahwa capaian kinerja yang diraih bukan hasil sesaat, melainkan performa yang mampu dipertahankan selama enam bulan berturut-turut.
Bukan Sekadar Peringkat
Evaluasi yang dilakukan Kejaksaan Agung tidak hanya melihat posisi peringkat, tetapi juga capaian output, efektivitas pelaksanaan program serta kesesuaian serapan anggaran.
Bidang Intelijen Kejati Sulsel dinilai mampu merealisasikan target output secara terukur sekaligus menjaga pelaksanaan anggaran secara transparan dan akuntabel.
Catatan tersebut kemudian mengantarkan Intelijen Kejati Sulsel berada di posisi teratas dalam evaluasi kinerja intelijen Kejaksaan RI Semester I 2026.
Bagi institusi penegak hukum, capaian tersebut menjadi penting karena fungsi intelijen merupakan salah satu instrumen strategis dalam mendukung penegakan hukum, terutama melalui deteksi dini, pengamanan pembangunan strategis dan pencegahan tindak pidana.
Ferizal: Prestasi Ini Amanah
Asintel Kejati Sulsel, Ferizal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Intelijen yang telah berkontribusi terhadap capaian tersebut.
Menurutnya, penghargaan nasional tersebut tidak boleh dipandang sebagai garis akhir, melainkan tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas kerja intelijen.
“Pencapaian ini bukanlah garis akhir, melainkan sebuah amanah dan pelecut semangat untuk terus meningkatkan kualitas deteksi dini, pengamanan proyek strategis daerah, serta penguatan pencegahan tindak pidana korupsi di wilayah hukum Sulawesi Selatan,” kata Ferizal.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa capaian kinerja harus diterjemahkan dalam kerja konkret di lapangan.
Terutama dalam membaca potensi persoalan hukum sejak dini, mengawal proyek strategis daerah, serta memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi tindak pidana korupsi.
Kajati Sulsel: Harus Jadi Standar
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel), Muhammad Syarifuddin, turut memberikan apresiasi atas penghargaan tersebut.
Menurutnya, capaian Peringkat 1 Nasional harus menjadi pemacu bagi seluruh bidang dan satuan kerja di lingkungan Kejati Sulsel untuk terus meningkatkan kualitas kinerja.
Penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai simbol prestasi kelembagaan, tetapi menjadi standar baru dalam menjaga profesionalitas, integritas dan marwah institusi.
Kejati Sulsel juga didorong untuk terus menghadirkan penegakan hukum yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan konsistensi berada di peringkat pertama selama enam bulan, Bidang Intelijen Kejati Sulsel kini menghadapi tantangan berikutnya: mempertahankan capaian sekaligus membuktikan bahwa prestasi administratif tersebut berbanding lurus dengan kualitas kerja intelijen di lapangan.
Penghargaan tersebut menjadi catatan penting bagi Kejati Sulsel pada Semester I 2026 sekaligus menjadi tolok ukur untuk menghadapi evaluasi kinerja pada semester berikutnya. (**).

Tinggalkan Balasan