MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Tak Sekadar Seremoni, Kajari Gowa Bawa Pesan Maulid Nabi: Amanah, Integritas dan Keadilan

Kajari Gowa Bambang Dwi Murcolono, S.H., M.H., bersama Ketua IAD Daerah Gowa Ny. Nuri Bambang dan jajaran Kejari Gowa menyampaikan ucapan serta pesan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, mengajak meneladani akhlak Rasulullah dalam menjaga amanah, integritas, dan keadilan.

GOWA, MATANUSANTARA — Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tidak dimaknai sekadar sebagai peringatan tahunan oleh keluarga besar Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi untuk kembali menghidupkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam menjalankan amanah, menjaga integritas, serta menegakkan keadilan.

Pesan itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gowa, Bambang Dwi Murcolono, S.H., M.H., bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Gowa, Ny. Nuri Bambang, serta seluruh jajaran Kejari Gowa dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.

Bagi keluarga besar Kejari Gowa, keteladanan Rasulullah SAW memiliki makna yang sangat dekat dengan tugas dan tanggung jawab insan Adhyaksa.

Kejujuran, amanah, keadilan, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap sesama bukan hanya nilai yang dikenang dalam momentum Maulid, tetapi prinsip yang diharapkan hadir dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Kajari Gowa Bambang Dwi Murcolono mengajak seluruh jajaran untuk tidak menjadikan Maulid Nabi sebatas seremoni.

Nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah SAW harus diterjemahkan menjadi sikap nyata dalam menjalankan kewenangan dan memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.

Bagi seorang aparat penegak hukum, amanah memiliki arti yang sangat besar. Setiap kewenangan yang diberikan negara harus dijalankan secara bertanggung jawab, sementara setiap proses penegakan hukum harus menjunjung objektivitas, profesionalisme, dan keadilan.

Di tengah tuntutan masyarakat terhadap penegakan hukum yang transparan dan berintegritas, keteladanan Rasulullah SAW menjadi pengingat bahwa kewenangan tidak boleh dipisahkan dari moral.

Integritas bukan sekadar slogan. Integritas diuji ketika seseorang memegang amanah dan memiliki kewenangan untuk menentukan sebuah keputusan.

Karena itu, semangat Maulid Nabi di lingkungan Kejari Gowa diarahkan untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelaksanaan tugas yang profesional dan berkeadilan.

Sementara itu, Ketua IAD Daerah Gowa, Ny. Nuri Bambang, turut mengajak menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Nilai kasih sayang, persaudaraan, saling menghormati, dan kepedulian menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.

“Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Semoga keteladanan Rasulullah SAW senantiasa menjadi cahaya dan pedoman dalam menjalankan amanah, menegakkan keadilan serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara.”

Pesan tersebut menjadi benang merah peringatan Maulid Nabi di keluarga besar Kejari Gowa.

Bahwa meneladani Rasulullah SAW bukan hanya tentang mengenang sejarah kelahiran beliau, melainkan bagaimana akhlaknya dihadirkan dalam tindakan nyata.

Dalam konteks penegakan hukum, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kejujuran dalam bekerja, keberanian menjaga integritas, keteguhan memegang amanah, serta komitmen memberikan pelayanan yang berkeadilan.

Kejari Gowa juga berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW semakin memperkuat hubungan antara institusi penegak hukum dan masyarakat Kabupaten Gowa.

Sebab, penegakan hukum yang kuat membutuhkan kepercayaan publik. Dan kepercayaan itu tumbuh ketika kewenangan dijalankan dengan integritas, keadilan, serta rasa tanggung jawab.

Pada akhirnya, pesan Maulid Nabi yang disampaikan keluarga besar Kejari Gowa bermuara pada satu prinsip sederhana namun mendasar:

Amanah harus dijaga, integritas harus ditegakkan, dan keadilan harus diperjuangkan.

Nilai-nilai itulah yang diharapkan terus menjadi cahaya bagi insan Adhyaksa dalam menjalankan tugas dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini