MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Dari Balik Tembok Rutan Makassar, Selada Jadi Bukti Warga Binaan Tetap Produktif

Warga binaan Rutan Kelas I Makassar memanen selada hasil budidaya sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan.

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Dari balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar, aktivitas pembinaan kembali menghasilkan sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan. Warga binaan memanen selada hasil budidaya sendiri, Jumat (4/9/2026), sebagai bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian.

Panen tersebut bukan sekadar aktivitas pertanian. Di balik tanaman yang dipanen terdapat proses pembinaan yang menempatkan warga binaan sebagai pelaku kegiatan produktif, mulai dari menanam, merawat hingga memastikan tanaman tumbuh sampai siap dipanen.

Sejak tahap awal, warga binaan terlibat langsung dalam pengelolaan budidaya selada dengan pendampingan petugas. Mereka belajar menjaga tanaman, memenuhi kebutuhan air dan perawatan, sekaligus memahami bahwa hasil tidak dapat diperoleh tanpa ketekunan dan konsistensi.

Rutinitas tersebut secara tidak langsung membentuk kebiasaan kerja. Disiplin dalam merawat tanaman, tanggung jawab terhadap pekerjaan, serta kemampuan mengikuti proses menjadi bagian dari keterampilan yang dibangun selama menjalani pembinaan.

Bagi Rutan Makassar, pemanfaatan lahan untuk budidaya pangan juga memiliki nilai strategis. Lahan yang tersedia dapat diubah menjadi ruang pembelajaran yang menghasilkan komoditas sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan.

Kepada media, Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Makassar, Yohanes Dias Sanyoto, mengatakan kegiatan pembinaan harus memberikan manfaat yang dapat dibawa warga binaan ketika nantinya kembali ke masyarakat.

“Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memberikan pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan. Panen selada ini menunjukkan bahwa dengan proses yang konsisten dan kerja sama yang baik, kegiatan sederhana dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Menurut Yohanes, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari berapa banyak selada yang berhasil dipanen. Proses panjang sejak penanaman hingga panen justru menjadi bagian penting dari pembentukan karakter dan keterampilan warga binaan.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diperkenalkan pada pola kerja yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Tanaman harus dirawat secara rutin sebelum akhirnya memberikan hasil.

Pada titik inilah, kegiatan pertanian menjadi bagian dari pembinaan yang lebih luas. Warga binaan tidak hanya menghabiskan waktu dengan aktivitas rutin, tetapi memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang memiliki nilai produktif.

Program budidaya selada juga memperkuat agenda ketahanan pangan di lingkungan Rutan. Hasil pertanian menjadi keluaran nyata dari pemanfaatan lahan sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan dapat berjalan beriringan dengan program produktivitas.

Lebih jauh, keterampilan bercocok tanam diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan. Pengetahuan sederhana mengenai proses menanam dan merawat tanaman dapat dikembangkan kembali di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, pembinaan kemandirian tidak berhenti pada aktivitas selama warga binaan berada di dalam Rutan. Ada proses menyiapkan kemampuan agar mereka memiliki pilihan untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah kembali ke masyarakat.

Panen selada di Rutan Makassar akhirnya menjadi gambaran sederhana tentang proses tersebut. Tanaman yang tumbuh menjadi hasil yang terlihat, sementara disiplin, tanggung jawab, dan keterampilan yang dibangun selama proses budidaya menjadi hasil pembinaan yang jauh lebih panjang.

Dari lahan Rutan, warga binaan tidak hanya memanen selada. Mereka sedang belajar memanen kembali kemandirian. (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini