MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Rutan Pangkep Dorong Warga Binaan Produktif, Ayam Petelur Jadi Media Pembinaan

Warga binaan Rutan Kelas IIB Pangkep mengikuti pembinaan kemandirian melalui kegiatan pemeliharaan ayam petelur.

PANGKEP, MATANUSANTARA — Pembinaan di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep tidak berhenti pada pemenuhan aktivitas harian warga binaan. Melalui program pembinaan kemandirian, mereka diarahkan menguasai keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Salah satu program tersebut diwujudkan melalui pemeliharaan ayam petelur yang dilakukan warga binaan di lingkungan Rutan Pangkep, Kamis (3/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan terlibat langsung dalam berbagai tahapan pemeliharaan ternak. Mulai dari membersihkan kandang, menyiapkan pakan dan air, hingga memantau kondisi kesehatan ayam dilakukan secara rutin dan terarah.

Kegiatan itu tidak semata berorientasi pada pemeliharaan ternak. Rutinitas tersebut menjadi media pembelajaran untuk membentuk kedisiplinan, ketelitian, konsistensi, serta rasa tanggung jawab warga binaan terhadap pekerjaan yang dipercayakan kepada mereka.

Di bawah pengawasan petugas, setiap proses dilaksanakan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban. Pendekatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar bekerja secara teratur dalam lingkungan yang terkontrol.

Program pembinaan itu juga melibatkan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang ditempatkan di Rutan Pangkep.

Kehadiran peserta magang turut memperkuat sisi pembelajaran dalam kegiatan tersebut. Selain membantu proses pemeliharaan, mereka berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis yang diperoleh selama proses pendidikan sehingga warga binaan mendapatkan tambahan wawasan mengenai pengelolaan peternakan.

Keterlibatan lintas pihak tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman langsung melalui kegiatan produktif.

Kepada media, Kepala Rutan (Karutan) Pangkep, Rachmat Efendy, mengatakan kegiatan peternakan merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk memberikan pengalaman dan keterampilan praktis kepada warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberi pengalaman kepada warga binaan. Mereka belajar peternakan sekaligus membangun disiplin dan rasa tanggung jawab,” ucapnya.

Menurut Rachmat, keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan produktif diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga binaan setelah mereka kembali ke masyarakat. Karena itu, program pembinaan terus diarahkan pada kegiatan yang memiliki nilai keterampilan, produktivitas, dan kemandirian.

Pemeliharaan ayam petelur menjadi salah satu contoh bagaimana pembinaan kemandirian dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana, namun memiliki proses pembelajaran yang berkelanjutan. Warga binaan tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga memahami pentingnya perawatan, ketekunan, dan tanggung jawab terhadap hasil yang dikerjakan.

Lebih jauh, program semacam ini menjadi bagian dari proses mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan beradaptasi dan bekerja ketika masa pembinaan berakhir. Keterampilan praktis dinilai dapat menjadi salah satu modal untuk membangun aktivitas produktif secara mandiri.

Rutan Pangkep pun berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan produktif dengan melibatkan berbagai pihak. Orientasinya tidak hanya mengisi waktu warga binaan selama berada di dalam rutan, tetapi membangun keterampilan dan sikap kerja sebagai bagian dari kesiapan mereka kembali ke lingkungan sosial.

Dengan demikian, pembinaan ayam petelur di Rutan Pangkep menjadi lebih dari sekadar aktivitas peternakan. Di dalamnya terdapat proses membangun disiplin, tanggung jawab, keterampilan, dan kemandirian sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah masa pidana berakhir. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini