MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Memohon Hujan, Menjemput Berkah: Lapas Palopo Gelar Shalat Istisqa Bersama

Pegawai Lapas Kelas IIA Palopo, DWP, WBP, dan peserta magang mengikuti Shalat Istisqa’ dan doa bersama di lingkungan Lapas Kelas IIA Palopo, Jumat (18/9/2026).

PALOPO, MATANUSANTARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo menggelar Shalat Istisqa’ dan doa bersama, Jumat (18/9/2026), sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan sekaligus menguatkan kesadaran menjaga air dan lingkungan di tengah kondisi kekeringan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut diikuti pegawai Lapas Kelas IIA Palopo, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), serta peserta magang. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui surat tertanggal 15 September 2026 tentang pelaksanaan Shalat Istisqa’ pada satuan kerja pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Arahan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan kepribadian dan nilai-nilai spiritual bagi petugas maupun WBP.

Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Taslim, S.Pd.I., M.Pd.I., memberikan tausiyah keagamaan sebelum pelaksanaan ibadah. Peserta diajak melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar dan taubat, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Pesan tersebut menekankan bahwa Shalat Istisqa’ bukan hanya menjadi momentum untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga kesempatan melakukan muhasabah dan memperbaiki diri. Kepedulian terhadap lingkungan turut ditekankan sebagai bagian dari sikap bertanggung jawab dalam menghadapi kondisi kekeringan.

Selanjutnya, Shalat Istisqa’ dipimpin Muh. Ihsan Ramadhan, S.Ud., M.H. Ibadah dilaksanakan secara berjamaah sebanyak dua rakaat dan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama agar Allah SWT memberikan hujan yang cukup, merata, dan bermanfaat.

Pelaksanaan Shalat Istisqa’ tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian pembinaan keagamaan yang diarahkan dalam ToR Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Rangkaian kegiatan dapat mencakup tausiyah, Shalat Istisqa’ dua rakaat, khutbah, doa bersama, istighfar, serta komitmen untuk menghemat penggunaan air dan menjaga lingkungan.

Sementara itu, keterlibatan WBP dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepribadian di lingkungan pemasyarakatan. Melalui kegiatan keagamaan, WBP didorong untuk meningkatkan kesadaran spiritual, melakukan introspeksi, memperbaiki diri, serta membangun kepedulian sosial dan lingkungan.

Nilai yang dibangun dalam kegiatan tersebut juga tidak berhenti pada aspek ibadah. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengarahkan momentum Shalat Istisqa’ sebagai pengingat bahwa menghadapi kekeringan membutuhkan ikhtiar spiritual yang berjalan beriringan dengan tindakan nyata, termasuk menghemat air dan menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Aspek keamanan, ketertiban, keselamatan, serta penghormatan terhadap hak WBP tetap diperhatikan selama kegiatan berlangsung.

Melalui Shalat Istisqa’ dan doa bersama tersebut, Lapas Kelas IIA Palopo berharap turunnya hujan yang cukup dan bermanfaat dapat menjadi keberkahan bagi masyarakat. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat budaya taubat, introspeksi, kepedulian sosial, penghematan air, serta menjaga lingkungan di lingkungan pemasyarakatan. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini