MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Misteri Kematian Rafli Belum Terungkap Buat Situasi Kandea Memanas, Begini Sikap Tegas Kakak Almarhum

Tangkapan layar video yang beredar, Kakak kandung Rafli meminta aparat penegak hukum segera mengungkap penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas kematian almarhum. (Dok/Spesial/Matanusantara).

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Misteri kematian Rafli yang terjadi dalam rangkaian peristiwa tawuran di kawasan Lorong Almarkaz, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, hingga kini masih menjadi perhatian. Kondisi tersebut turut memicu ketegangan di kawasan Kandea, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Bontoala.

Akibat itu, Kakak kandung Rafli melalui video singkat berdurasi 1 menit 3 detik menyampaikan sikap tegas kepada masyarakat dan meminta aparat penegak hukum (APH) segera mengungkap secara terang penyebab kematian almarhum serta pihak yang bertanggung jawab.

Pernyataan tersebut disampaikan dan dikutip Matanusantara.co.id usai video tersebut beredar di sejumlah grup WhatsApp wartawan.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami dari pihak keluarga korban ingin menyampaikan bahwa niat kami agar pelaku segera bisa ditemukan dan diamankan,” ujar kakak kandung korban dikutip, Senin (28/09/2026).

Berdasarkan informasi dalam video tersebut, keluarga berharap dugaan penembakan yang disebut berkaitan dengan kematian Rafli dapat segera diungkap oleh pihak berwenang.

“Harapan kami sebagai keluarga korban, semoga secepatnya ini pelaku penembakan bisa diungkapkan. Itu saja,” ungkapnya.

Di tengah situasi yang memanas, kakak kandung Rafli justru meminta kerabat dan sahabat almarhum tidak melakukan tindakan yang dapat memunculkan korban berikutnya.

“Anak-anak, dan semua kerabat-kerabatnya, teman-temannya, saya sudah sampaikan bahwa jangan sampai lagi ada yang korban berikutnya. Cukup yang saya alami,” katanya dengan nada sedih.

Ia juga meminta warga tidak mudah terprovokasi oleh informasi dari pihak luar.

“Dan yang lain tidak usah lagi terprovokasi dari orang luar, bahwa kita sudah ikhlas kepergian almarhum adik kami. Itu saja,” tutupnya.

Sebelumnya berdasarkan pantauan di lokasi, situasi di kawasan Kandea sempat memanas setelah kabar kematian Rafli mencuat. Pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 22.30 WITA, ratusan personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pengamanan.

Ketegangan sempat terjadi antara petugas dan sejumlah warga. Dalam dokumentasi rekaman redaksi, sejumlah warga terdengar berteriak, “Polisi pembunuh.”

Sejumlah personel kepolisian kemudian berupaya meredam situasi agar tidak berkembang menjadi kericuhan.

Tak hanya ratusan personel gabungan yang terpantau. Namun orang nomor satu di Polrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana juga terlihat berada di lokasi memantau kondisi keamanan.

Pada malam itu, Kapolsek Bontoala Kompol Abdul Hamid dan Kapolsek Tallo AKP Asfada, S.E., M.H. bersama personelnya juga turut melakukan pengamanan.

Dalam rangkaian pengamanan tersebut, sejumlah warga disebut diamankan karena diduga terlibat dalam tawuran.

“Betul ada beberapa orang yang diamankan,” kata seorang warga di lokasi.

Sementara Petugas yang ditemui di lokasi yang enggan disebutkan identitasnya menyebut terdapat empat orang yang diamankan dan dibawa ke Polsek Tallo.

“Iya. Kalau tidak salah ada empat orang yang diamankan, kini sudah diamankan ke Polsek Tallo,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, status warga yang diamankan serta keterkaitannya dengan peristiwa tawuran masih menunggu keterangan resmi kepolisian.

Untuk diketahui informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum polisi dalam kematian Rafli juga masih membutuhkan pendalaman dan penjelasan resmi dari pihak berwenang.

Keluarga Rafli berharap proses hukum dapat berjalan dan misteri kematian almarhum segera terungkap, sekaligus meminta kerabat maupun warga tidak terprovokasi hingga menimbulkan korban baru.

Matanusantara.co.id terus berupaya memperoleh keterangan resmi kepolisian terkait kronologi kematian Rafli, dugaan penggunaan senjata api, pihak yang diamankan, serta perkembangan penyelidikan perkara tersebut. (***).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini