MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Satu Barisan di Rutan Masamba, Petugas dan Warga Binaan Teguhkan Persatuan di Hari Kesaktian Pancasila

Petugas dan warga binaan Rutan Kelas IIB Masamba berdiri dalam satu barisan saat Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lapangan Rutan Masamba.

MASAMBA, MATANUSANTARA — Tidak ada sekat ketika petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) berdiri dalam satu barisan memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lapangan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba, Kamis (1/10/2026).

Upacara yang dimulai pukul 08.00 Wita tersebut menjadi momentum bagi jajaran Rutan Masamba untuk meneguhkan kembali nilai persatuan dan kebangsaan sekaligus menjadikannya bagian dari proses pembinaan warga binaan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Rutan Masamba Syamsul Bahri, S.H., M.H. bertindak sebagai Inspektur Upacara, sedangkan Muhammad Walid, S.H. dipercaya sebagai Komandan Upacara. Seluruh pejabat struktural, pegawai, jajaran pengamanan, dan WBP mengikuti rangkaian upacara dengan tertib dan khidmat.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, upacara diawali dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi serta pejuang bangsa.

Suasana semakin khidmat ketika teks Pancasila dibacakan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta Naskah Ikrar Peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Di balik barisan tersebut, ada pesan pembinaan yang lebih luas. Warga binaan tidak hanya mengikuti upacara sebagai peserta, tetapi juga diajak memahami kembali posisi mereka sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa Indonesia.

Bagi Rutan Masamba, penanaman nilai kebangsaan menjadi salah satu bagian dari pembinaan kepribadian. Nilai persatuan, gotong royong, penghormatan terhadap sesama, serta tanggung jawab sosial terus diarahkan agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, momentum tersebut juga menjadi ruang untuk mengingatkan bahwa perjalanan pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang menjalani masa pidana, tetapi juga proses membangun kesadaran, memperbaiki diri, dan mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi salah satu sarana untuk menanamkan pemahaman bahwa perbedaan latar belakang tidak menghapus kedudukan setiap orang sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara.

Dari satu lapangan yang sama, petugas dan warga binaan memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan pesan yang sederhana: persatuan tidak mengenal sekat, sementara pembinaan adalah proses untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini